oleh

1.709 HPR Liar di Mura tapi Dokter Hewan Kurang

-Sumsel-790 views

MUSI RAWAS – Data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura mencatat terdapat 6.357 hewan pembawa rabies (HPR) di kabupaten Mura.

HPR itu tersebar di 14 wilayah Kecamatan di Kabupaten Mura. Dari data HPR tersebut yang mendominasi hewan anjing.    

“Itu data 2018. HPR yang terdata pernah kita laporkan sekitar 4.648 ekor yang dipelihara,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura, Drh Marzuki.

“Sedangkan HPR liar 1.709. Total HPR 6.357, tersebar di 14 kecamatan,” kata tambah Marzuki.  

Sejauh ini pihaknya sudah memvaksin rabies 2.509 ekor HPR. Meliputi anjing, kucing dan kera.

Dari HPR yang divaksin rabies itu hampir 90 persen mendominasi anjing. “Yang belum divaksin karena liar atau tidak ada pemilik,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga masyarakat yang memelihara HPR khususnya anjing, hanya sekedar untuk menemani sehingga tidak peduli kondisi anjingnya itu.

“Jadi HPR liar itu merata keberadaannya. Kebanyakan didaerah pelosok,” ungkapnya.  

Marzuki mengaku, pihaknya terus melakukan jemput boleh ke desa-desa melakukan vaksinasi HPR.

Dimana di 2018 kemarin pihaknya menyiapkan 3.000 dosis vaksin rabies yang merupakan bantuan provinsi. Dan saat ini stok vaksin rabies masih ada.  

Lebih lanjut, di Kabupaten Mura terdapat lima pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang memberikan pelayanan sekaligus jemput bola melakukan vaksinasi untuk HPR.

Puskeswan itu yakni Tugumulyo meliputi Muara Beliti dan TPK. Lalu Purwodadi untuk Sumber Harta, Terawas dan Selangit.

Selain itu, Megang Sakti meliputi sebagian wilayah Muara Kelingi dan Muara Lakitan.

Berikutnya Simpang Semambang untuk Jayaloka, Sukakarya dan BTS Ulu. Terakhir yakni Puskeswan Muara Lakitan.    

“Megang Sakti dan Simpang Semambang itu ada dokter hewan. Yang lain paramedis,” ujarnya.

Marzuki mengakui, untuk tenaga dokter hewan memang masih minim alias kurang. Sebab saat ini baru ada lima dokter hewan.

Jumlah itupun ada di Dinas Pertanian dan Peternakan. Dan idealnya satu puskeswan minimal harus ada satu orang dokter hewan.

“Idealnya satu puskeswan minimal harus ada satu orang dokter hewan,” pungkasnya.(wek)

Komentar

Berita Lainnya