oleh

101 Pegawai PPPK Pemprov Sumsel Dilantik, Kontrak Kerja Lima Tahun

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Sebanyak 101 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2020 lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel (Pemprov Sumsel), resmi dilantik oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru diwakili Wakil Gubernur, H Mawardi Yahya, di Auditorium Bina Praja, Rabu (24/2).

Mawardi mengatakan, dengan telah dilantiknya sebagai tenaga PPPK yang setara dengan Aperatur Sipil Negara (ASN) ini, tidak mengurangi kinerja para pegawai. Sebab, untuk melakukan percepatan pembangunan daerah dibutuhkan pegawai yang konkret dan berdesikasi tinggi.

“Segera menghadap Instansi masing-masing untuk mengambil Surat Keputusan (SK), dan langsunglah bekerja,” kata Wagub Mawardi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, Nora Elisya mengatakan, jumlah tersebut diantaranya diisi oleh 30 orang tenaga penyuluh pertanian dan 71 orang guru SMA dan SMK. Yang mana jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan yang diajukan instansi terkait.

“Penganggkatan PPPK formasi 2020 ini diikuti oleh tenaga kerja kategori 2 (K2) atau honorer. Jadi memang sebelumnya mereka sudah bekerja disana (instansi atau OPD terkait),” kata Nora kepada SUMEKS.CO usai pelantikan.

Nora menambahkan, mereka akan menjalankan tugasnya sebagaimana yang telah disepakati dalam kontrak kerja sampai lima tahun kedepan. Selama itu, kinerja dari tenaga PPPK akan terus dievaluasi.

“Evaluasinya dilakukan setiap tahun. Dari menilai kinerja mereka, termasuk juga apsensi mereka. Supaya, apapun yang menjadi prioritas ditempat mereka bekerja akan berjalan dengan optimal dan program pemerintah berjalan,” imbuhnya.

Kedudukan PPPK tersebut, sambung Nora, setara dengan ASN. Tidak ada yang dibedakan, dari segi upah dan juga jenjang karir. Namun, menyesuaikan dengan kinerja mereka. “Kalau kinerja mereka bagus, pemerintah tentu memperpanjang kontrak kerja mereka. Penilaiannya disini objektif, maka harus semangat dengan status tersebut,” tutupnya

Sementara itu, Guru Teknik Informasi dan Komputer (TIK) SMA 13 Palembang, Ahmad Rivai mengatakan, Ia sangat bersyukur sudah lolos seleksi sebagai Guru PPPK formasi 2020 ini. Sebab, sebelumnya hanya sebagai pegawai honorer yang penuh keterbatasan.

“Sekarang gaji pokok yang akan saya terima sebesar Rp 2.9 juta ditambah dengan tunjangan total Rp 3.8 juta saya dapatkan. Meninggat dibanding 11 tahun saya menjadi tenaga honorer,” ungkapnya.

Atas kondisi demikian, Ahmad Rivai berharap rekan-rekan yang mempunyai kompetensi sebagai guru untuk tidak ragu, mencoba menjadi guru PPPK. Dan segera melakukan persiapan menyambut penerimaan formasi 2021 yang akan segera dibuka. “PPPK ini setara dengan ASN. Saya mewakili teman-teman yang lain, akan dengan sungguh-sungguh mengabdikan diri dibidang pendidikan membuat cerdas pelajar Sumsel,”pungkasnya (bim)

Komentar

Berita Lainnya