oleh

11 Karyawan Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Positif Covid-19

PRABUMULIH – 11 Karyawan PT Pertamina EP Asset 2 kota Prabumulih diketahui Positif Covid-19. Hal itu dibenarkan General Manajer (GM) Pertamina EP Asset 2, A Pujianto, pada SUMEKS.CO, Jumat (14/8).

Kendati demikian, pihaknya sudah berupaya maksimal mencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya bagi karyawan PT Pertamina EP Asset 2.

“Kita ikut menangani pencegahan Covid dan sinkronisasi apa yang ada dilakukan pemerintah, Pemda dan Pertamina Persero. Jadi kita sama-sama mencegah Covid ini jangan menyebar di Prabumulih itu sejak 15 Maret,” ungkap Pujianto.

Bahkan, saat seluruh kota di Indonesia dinyatakan lockdown muncul edaran protokol mencegah penyebaran Covid-19 pihaknya banyak memberi bantuan ke seluruh instansi yang dekat dengan perusahaan plat merah itu.

Bantuan baik ke rumah sakit, sekolah dan juga Puskesmas dengan total 751 institusi yang dibantu mulai Maret-April.

“Karena waktu itu memang baru tinggi-tingginya dan baru ada wabah,” jelasnya.

Juga bantuan dilanjutkan saat masa PSBB dan setelah PSBB sedikit dilonggarkan.

Hanya saja, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan wastafel, masker, jaga jarak aman.

“Cara menerima tamu di era Covid-19 dan setiap ruang meeting kita wajib social distancing dan hanya terisi 50 persen. Sedangkan ruang kerja hanya 50 persen,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sejak Maret hingga sekarang, pekerja dari luar ke Pertamina harus isolasi dulu di wisma.

“Kebutuhannya semua kita cukupi, dan setelah 14 hari dilakukan rapid test baru bisa bekerja”

Ada juga absensi elektronik. Jadi siapapun yang bekerja di Pertamina berikut keluarga harus melakukan absensi.

“Begitu ada indikasi panas dan batuk langsung diadakan tes rapid. Kalau ternyata ada gejala mengarah ke Covid-19 maka akan ditindaklanjuti dengan tes PCR/swab. Setelah hasil positif maka langsung kita adakan rappid massal,” urainya.

Kasus Transmisi Lokal

Puji (sapaan akrabnya, red) menjelaskan, karyawan Pertamina yang positif itu karena transmisi lokal. Jadi belum ada kasus import.

“Saat ini yang positif ada 11 dan sleuruhnya tanpa gejala. Dari seluruh pekerja yang di tes 38 reaktif dan 11 diantaranya positif,” tegasnya lagi.

Apakah hal ini mengganggu produktifitas di Pertamina EP asset 2?

Pujianto mengatakan, semua itu sudah diantisipasi dengan baik. “Karena sudah ada identifikasi awal, pekerjaan yang di lapangan akan digantikan dengan teman-teman yang lain,” jelasnya.

Selama rapid test massal pihaknya di kantor melakukan WFH (Work From Home) selama 2 Minggu.

“Setelah itu Senin kemarin 50 persen karyawan di kantor dan 50 persen di rumah. Jadi setiap kantor isinya 50 persen. Transfortasi juga ada protokol khusus,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Prabumulih, dr Happy Tedjo mengatakan, dari total jumlah pasien konfirmasi positif di kota Prabumulih, Pertamina salah satu yang dominan.

“Lebih dari 10 (positif Covid, red),” sebutnya.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi Pertamina lantaran sangat serius menangani dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dari Pertamina kita sangat hargai karena begitu aktif untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan tes dan langsung isolasi bagi yang bergejala,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya