oleh

13 Ribu Penduduk Muara Enim Pengangguran

SUMEKS.CO, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus berupaya menekan tingkat pengangguran yang mencapai 13 ribu penduduk. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Muara Enim tingkat pengangguran terbuka tahun 2018 sebanyak 4,27 persen.

Dalam upaya menekan angka pengangguran tersebut, Pemkab Muara Enim menjalin kerjasama (Mou) dengan empat perusahaan di Kabupaten Muara Enim yang berlangsung di Gedung Bappeda Muara Enim, Rabu (16/10).

Adapun keempat perusahaan yakni PT Musi Hutan Persada, PT Pamapersada Nusantara Distrik  MTBU, PT Satria Bahana Sarana dan PT Manambang Muara Enim.

“Kerjasama ini tindak lanjut kesepakatan dahulu, meliputi bidang pelatihan kerja, pemagangan dan penempatan tenaga kerja,”kata Kepala Disnaker Kabupaten Muara Enim, Siti Herawati disela kegiatan Mou.

Siti mengungkap kerjasama ini diharap dapat mengikis angka penduduk tidak bekerja di Kabupaten Muara Enim sebanyak 13,729 orang. Sebelumnya ditahun 2019 ini, Siti menyebut Disnaker Kabupaten Muara Enim melaksanakan pelatihan kerja sebanyak 7 kejuruan yakni komputer basic office, teknisi komputer, tata kecantikan, sablon dan aneka kreatif dengan jumlah total 112 peserta.

“Alumni pelatihan ini juga telah berhasil menempatkan peserta jadi karyawan bengkel motor, las dan perusahaan lainnya, selain itu ditahun ini ada sebanyak 15 peserta berhasil terpilih magang ke Jepang,”ungkap siti.

Sementara, Sekda Kabupaten Muara Enim H Hasanudin yang turut hadir mengapresiasi perusahaan yang turut peduli dan komitmen nasib tenaga kerja lokal di Kabupaten Muara Enim.

“Ada 13 ribu penggangguran atau sekitar 4,27 persen dari total penduduk, ini harus terus kita tekan,  sangat dibutuhkan komitmen dari pemerintah dan perseroan,”tutur Sekda.

Sekda menyebut masalah tenaga kerja bukanlah murni disebabkan minimnya lapangan kerja. Tetapi juga akibat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tergolong rendah. Sehingga kondisi ini banyak membuat tenaga kerja lokal kalah bersaing dengan tenaga asing yang diyakini berkapasitas lebih.

“Inilah problem kita hadapi, jadi tenaga kerja lokal memang sangat perlu meningkatkan kapasitas dengan banyak mengikuti pelatihan dan magang seperti ini, namun seluruh perusahaan baik BUMS, BUMD dan BUMN sepanjang bisa terpenuhi alangka baiknya pula menerima pekerja lokal bukan dari asing,”ungkapnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya