oleh

15 Finalis BGP Audiensi, ini Pesan Sekda

PALEMBANG – Sebagai agenda wajib dalam rangakaian pelaksanaan pemilihan Bujang Gadis Palembang (BGP) sebelum ke grand final pada 31 Oktober mendatang, 15 finalis yang akan berkompetisi melakukan audiensi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Dalam audiensi ini, 15 pasang finalis BGP 2020 diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa beserta jajaran di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Senin (26/10).

Sekda kota palembang, Ratu Dewa dalam sambutannya mengungkapkan sejumlah pesan moral kepada 15 pasang finalis BGP yang ke depannya bakal menjadi duta pariwisata kota palembang.

Sebagai pemuda-pemudi terpilih menjadi BGP jangan merasa lebih dalam hal apapun seperti Lebih pintar, lebih cantik/ganteng, karena hal semacam ini akan membuat efek yang tidak baik, jika sudah merasa lebih.

“Makanya perlu bangun karakter dengan keimanan, akhlak dan perilaku. Jika itu dibangun insya Allah akan sukses,” ungkapnya, saat memberikan arahan pada 15 pasang finalis BGP 2020 di Ruang Parameswara.

Tekan rasa sombong, Congkak. “Jangan Sombong, Jadilah pribadi apa adanya bukan ada apanya ikuti saja naluri ada secara alami,” pesannya.

Yang tidak kalah penting, sehebat apapun, semewah apapun dan segelimang harta apapun anda akan rapuh, jika tidak berbakti kepada orangtua. “Sujudlah kepada orangtua. Mintalah restu dalam setiap langkahmu,” ingatnya.

Kemudian, sebagai insan terpilih dari 1, 6 juta penduduk palembang, BGP harus mengedepankan nilai kebangsaan dan nilai perjuangan. Apalagi sebentar lagi kita akan memperingati sumpah pemuda di 28 Oktober.

“Ini sebuah momentum. Harus mengendapankan kebangsaan dan perjuangan melalui intelektual, dan
spiritualitas,” ujarnya.

Dengan tantangan yang ada maka generasi sekarang menghadapi era digitaliasi. Harus punya idealis yang terkonsep “Anda lahir generasi milenial. Anda harus mengikuti perubahan yang secara cepat, agar tidak ketinggalan.
Manfaatkan momentum ini isi dengan skill, dan sesuaikan dengan Realita yang ada. Belajar dan jangan ternina bobo dan teruslah tambah pengalaman,” paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palembang, Isnaini Madani menambahkan bahwa kehadiran finalis ke pemkot merupakan salah satu rangakain kegiatan sebelum final.

“Mereka baru saja menyelesaikan Anjangsana. Nanti akan masuk tahapan karantina. Tahun ini Kegiatan Bgp ini ke 33, Kita tahun pertana 1987. Waktu itu salah satu dari bujang Palembang yaitu Dodi Reza (Bupati Muba saat ini, red),” tambahnya.

Tahun ini memecahkan rekor selama pelaksanaan dengan jumlah pendaftar 346 orang atau terbanyak selama pelaksanaan BGP berlangsung. “Biasanya lebih dari 200. Tahun ini meningkat mungkin karena banyak waktu luang di rumah saja karena pandemik COVID-19,” ulasnya.

Isnaini berharap pada malam grand final wali kota, wakil wali kota, serta sekda untuk dapat hadir pada 31 Oktober di Hotel Aryaduta. “Sedikit yang berbeda, ini tahun kedua kita selenggarakan BGP dengan mewakili daerah di wilayah kecamatan masing-masing, karena biasanya mereka mewakili sekolah, civitas dan lainnya,” jelas dia.

“Mudah-mudahan euforia represtenasi sebagai BGP lebih kuat lagi, Kita yakin pariwisata jadi primadona,” harapnya.

General Manager (GM) Sumatera Ekspres (Sumeks), Nurseri Marwah memaparkan bahwa pemilihan BGP diselenggarakan sejak Maret. Proses penilaian dilakukan maraton.

“Penjurian Sumeks terlibat sejak awal pemilihan. Seleksi awal dilakukan secara ketat dengan kolaborasi antara Yayasan, Dispar dan dari luar berupa profesional dibidangnya. Secara khusus pada grand final kita minta sekda jadi juri,” sampainya.

Dengan begitu, maka diharapkan yang terpilih nanti bisa bermanfaat dan bersinergi dengan pemkot, dan semua sektor dan wisata. “Malam grand final nanti kita juga akan laksanakan secara cepat, ini juga karena penggunaan hotel tak boleh kondisi lama,” pungkasnya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya