oleh

150 Hotspot Ditemukan Di PALI

PALI – Sebanyak 105 hotspot ditemukan di wilayah Bumi Serepat Serasan, terhitung dari Januari hingga Juli 2020 ini. Tercatat di Mei ada 36 hotspot, Juni 31 hotspot dan Juli sebanyak 19 hotspot, yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Untuk mengantisipasi timbulnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menghimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari membuat api sembarangan.

Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anuar SE MSi mengatakan, berdasarkan prakiraan dari BMKG, puncak kemarau tahun ini terjadi pada pertengahan Agustus hingga Oktober 2020. Karenanya, pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta menjaga agar jangan sampai terjadi bencana asap di Kabupaten PALI.

“Kami tidak pernah bosan mengajak masyarakat untuk mengantisipasi timbulnya Karhutla yang berimbas bencana asap. Apabila ada api, segera padamkan, jangan membuat api sembarangan,” himbaunya, Jumat (7/8).

Dijelaskannya, apabila api tidak bisa dikendalikan, maka cepat hubungi call center pihaknya ke 0812-8058-0666 atau hubungi pemadam kebakaran, karena musim kemarau baru dimulai. Untuk itu, diterangkannya, dalam mengantisipasi bencana asap, BPBD PALI bersama tim Satuan Tugas (Satgas) terdiri dari TNI, Polri, SatpolPP, Dinkes, PMI, Damkar serta sejumlah perusahaan siaga penuh.

“Kita siaga penuh untuk halau api supaya Kabupaten PALI tahun 2020 ini terhindar dari bencana asap. Untuk itu mari kita hindari kegiatan yang memicu timbulnya api. Untuk itu kita harus waspadai bersama karena apabila sudah terjadi bencana itu merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya