oleh

150 Rumah Dibangun Lagi di Perumahan Komunitas

 

SUMEKS.CO, PRABUMULIH– Sebanyak 150 unit rumah bagi pemulung, penyandang disabilitas, tukang becak, kuli angkut dan kuli pangkul, dan lainnya tahun ini pembangunannya mulai dilakukan. Terdiri 64 rumah di Kelurahan Anak Petai (Prabumulih Utara), dan 86 di Kelurahan Sukaraja (Prabumulih Selatan).

Pembangunannya, ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM didampingi Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, di Perumahan Komunitas Anak Petai, Minggu (17/10).

Ridho Yahya mengatakan, sebelumnya Gubernur Sumsel telah melakukan ground breaking 223 rumah. Sekarang telah selesai diserahkan kunci dan sertifikatnya.

“Tahun ini, 150 rumah lagi ditambah dibangun. Untuk pemulung, penyandang disabilitas, tukang becak, kuli angkut dan kuli pangkul dan lainnya,” kata Ridho.

Tahun ini juga, Perumahan Komunitas Anak Petai bakal dipasang jaringan listrik. Sedang dalam proses dan mudah-mudahan Perumahan Komunitas Anak Petai sudah terang.

“150 rumah dibangun dari dana Rp 15 juta Baznas, Rp 20 juta dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ungkap Ridho.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Prabumulih, Bustomi SE MSi menjelaskan, pembangunan rumah tersebut menggunakan dana Baznas Rp 15 juta per umah dan Rp 20 juta dari DAK Disperkim pada 2022.

“Satu rumah biaya pembangunannnya Rp 35 juta, pembangunan dilakukan swakelola. Pembangunaan awal telah dilakukan, dimulai dari Perumahan Komunitas Anak Petai 64 rumah. Total keseluruhan rumah, yaitu 150 rumah,” jelas Bustomi.

Dana untuk pembangunan rumah ini kolaborasi antara Baznas dan DAK. Berbeda, tahun lalu dananya berasal dari APBN bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pada 2020, ada 223 rumah dibangun di Perumahan Komunitas Anak Petai. Peruntukkannya bagi penyapu jalan. Tahun ini, 150 rumah lagi dibangun,” rincinya.(03/prabumulihpos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya