oleh

Rasakan Sensasi Pedasnya Cabai Bubuk SMK PP Negeri Sembawa

SUMEKS. CO – BANYUASIN – Buah Cabai kini menjadi primadona bagi kalangan masyarakat, selain penguat rasa pedas tentunya dijadikan sebagai pelengkap rasa makanan. Harga yang relatif mahal membuat kita untuk terus berinovasi dalam melakukan pengolahan cabai selain mampu meningkatkan umur simpannya dan juga mampu meningkatkan nilai tambahnya. Lab APHP SMK PP Negeri Sembawa Melakukan Pengolahan Cabai Bubuk.

Bubuk Cabai merupakan hasil pengolahan cabai segar menjadi bubuk. cabai kering dibuat dengan cara di jemur dibawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Bubuk cabai ini sering digunakan sebagai bumbu siap pakai atau bahan tambahan dalam industri makanan. Desi Apriyani, S.ST Pranata Laboratorium SMKPP Negeri Sembawa menuturkan bahwa pemanfaatan cabai menjadi bubuk cabai ini melihat pada karakteristik cabai yang tidak tahan simpan yang berakibat kebusukan sehingga dengan adanya pengolahan menjadi bubuk cabai ini setidaknya sebagai salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpannya disamping itu juga dapat meningkatkan nilai tambahnya.

Cara pengolahannya dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu pengeringan dengan metode penjemuran dibawah sinar matahari. Siapkan cabai yang ingin diolah kemudian dilakukan pencucian dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa pestisida, cabai dicuci hingga bersih, kemudian kukus cabai lalu dibubuhi minyak goreng secukupnya kemudian pindahkan ke tampa setelah itu dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari, ” ujarnya.

Pengeringan secara alami dengan penjemuran dibawah sinar matahari bisa dilakukan ± 5 – 7 hari tergantung pada kondisi cuaca, jika cuaca kurang baik maka pengeringan pun akan relatif lebih lama. Selanjutnya cabai yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan blander kemudian dilakukan pengemasan, ” ujarnya lagi.

Bubuk cabai ini memiliki beberapa keunggulan yaitu harga yang lebih stabil, proses penggunaan cabe yang lebih praktis dan bahkan penyimpanan cabe bubuk tergolong lebih tahan lama dibandingkan dengan cabai segar yang sifatnya mudah rusak.

Diharapkan melalui pengolahan cabai ini menjadi salah satu altenatif untuk menanggulangi masalah pembusukan dan harga cabai yang tidak stabil. Tak hanya dapat dijadikan bubuk cabai saja melainkan bisa di olah menjadi cabai kering, pasta cabai, dan saos cabai.

Upaya pengawetan cabai menjadi bubuk cabai sangat didukung oleh Kepala SMK PP Negeri Sembawa Ir. Mattobi’i, M.P. “Upaya pengawetan cabai dengan dijadikan cabai bubuk merupakan salah satu cara untuk mengendalikan harga jual cabai yang tidak stabil, selain itu cabai bubuk sudah mulai diminati oleh masyarakat dan hargai jual cabai bubuk relatif stabil”, ujar Mattobi’i.
SMK PP Negeri Sembawa yang merupakan UPT Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian mampu menjawab tantangan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang mengharapakan bahwa pembangunan pertanian harus mencakup keseluruhan yaitu dari hulu sampai hilir,

“Pengawetan cabai menjadi cabai bubuk yang diproduksi oleh SMK PP Negeri Sembawa sebagai bentuk terwujudnya harapan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yaitu pertanian maju, mandiri dan modern”, ujar Dedi Nursyamsi. (wi2k/ril)

Komentar

Berita Lainnya