oleh

16 Tuntutan Buruh di Mayday, Kapolda Ikut Potong Tumpeng

PALEMBANG – Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Mahasiswa dan Buruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Sumsel, Rabu (1/5). Hadir pula Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, yang turut potong tumpeng bersama para buruh.

Foto : M.Hatta/Sumeks.co

Koordinator Aksi, Andreas OP mengatakan, dalam aksi kali ini para buruh menuntut 16 hal. Yakni, menolak dan menghancurkan sistem neoliberalisme di Indonesia dan laksanakan Pasal 33 UUD 1945. Kemudian, revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Tegakkan Undang-Undang Ketenagakerjaan di setiap perusahaan.

Perluas kesempatan kerja bagi kelompok maupun disabilitas, tolak pekerja anak maupun human trafficking, perlindungan buruh perempuan dan exploitasi jam kerja, tolak sistem buruh kerja outsourching, tolak upah murah buruh, mendesak untuk dibuatnya peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama di setiap perusahaan, terapkan kesejahteraan buruh dengan upah layak, jaminan kepastian hukum terhadap kontrak kerja, tolak segala bentuk intimidasi fisik dan verbari serta pelecehan seksual buruh, kepemilikan saham oleh buruh di setiap perusahaan, dibentukan ketenagakerjaan diseluruh kota dan kabupaten Sumsel.

Foto : M.Hatta/Sumeks.co

Selanjutnya, meminta kepada Gubernur, Wali Kota, Bupati mengeluarkan instruksi pembentukan serikat pekerja di seluruh perusahaan yang ada di Sumsel dan terakhir bentuk Posko perjuangan buruh.

“Semoga dengan tuntutan kami ini dapat segera direalisasikan. Hingga saat ini peran Disnaker belum maksimal, hanya menerima laporan namun tidak melakukan tindakan. Pihak Polda Sumsel sendiri telah berjanji sesuai instruksi pemerintah, jika siap mendukung dan memback-up, jika ada persoalan para buruh yang kerap diadu atau dihadapkan dengan para preman,” paparnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya