oleh

Gagalkan Omnibus Law: Mahasiwa dan DPRD Sumsel Tuai Kesepakatan, Sejumlah Pemuda di Amankan Polisi

SUMEKS.CO –  Aliansi Mahasiswa Sumsel tuai kesepakatan dengan DPRD Sumsel. Setelah dua tuntutan mahasiswa yang tertera dalam surat di tanda tangani oleh Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati. Senin (12/10/2020).

Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati (tiga dari kiri)
Kordinator aksi Aliansi Mahasiswa Sumsel, Andi Leo menyampaikan tuntutannya

Anita menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat yang berisi penyampaian aspirasi Mahasiswa Sumsel terhadap Undang-undang Cipta Kerja, yang di tujukan kepada Presiden RI Jokowi dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

 

“Kita tau kita semua menolak itu (UU Ciptaker) dalam lampirannya. Aspirasi mahasiswa kami terima dan kami sampaikan. Inilah representasi DPRD,” Ucap Anita kepada Wartawan.

 

DPRD juga berjanji akan berupaya memfasilitasi mahasiswa berangkat ke jakarta untuk menyampaikan secara langsung aspirasi mereka.

Aksi mahasiswa di Simpang 5 DPRD Sumsel tolak UU Ciptaker

“Kami akan berupaya memfasilitasi, karena kami tau sekarang DPRD gak mempunyai anggaran seperti itu,” Imbuhnya.

 

Kordinator aksi mahasiswa, Andi Leo menyampaikan kedua tuntutan mahasiswa kepada DPRD tersebut telah di sepakati.

 

Namun belum bisa terealisasi. Sebab DPRD/DPR RI sedang dalam masa reses. Kendati demikian, pihaknya akan terus mengawal sampai akhirnya Presiden merbitkan Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk gagalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

 

“Kedua tuntutan itu telah di sepakati. Kami diberikan fasilitas surat pengantar dan tiga bus untuk membawa kami ke Jakarta. Kami akan terus mengawal ” katanya mengakhiri.

Sejumlah pemuda di duga mahasiswa gadungan

Sementara itu, sebanyak 14 pemuda diamankan polisi di sela-sela demo mahasiswa dan buruh yang menolak penetapan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, di Jl Angkatan 45, depan Hotel Arista Palembang, tidak jauh dari simpang DPRD Sumsel.

 

Mereka diperiksa tim gabungan dari Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang saat akan berjalan menuju lokasi demo. Sebagian yang diamankan adalah pelajar dengan modus yang sama yakni meminjam dan menyewa almamater teman maupun saudaranya agar bisa ikut masuk. Ada juga yang diamankan dan dibawa ke Polresatabes Palembang,” kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIK MH, yang juga ikuti turun langsung ke lokasi.

 

Setelah semua selesai masa membubarkan diri dengan tertip. Polisi mulai membuka akses jalan yang ditutup total selama aksi mahasiswa tersebut. (Bim/att)

Komentar

Berita Lainnya