oleh

Upayakan Penanganan Sampah Kota Palembang

Sumeks.co – Upaya mengatasi tumpukan sampah yang semakin hari semakin meningkat terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang, baik dari dari pengelolaan hingga pemanfaatannya.

Melalui paparan usulan kerjasama terkait revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) lewat metode insinerasi oleh PT Manunggal Dulang Multi Kencana di Rumah Dinas Walikota Palembang, Kamis (22/10).

“PT Manunggal Dulang Multi Kencana mengajukan proposal kerjasama terkait Revitalisasi TPS Sukawinatan melalui sistim teknologi Insinerasi yang diciptakannya. Disini akan kita pelajari dulu, karena ini masih dalam bentuk garis besar,” kata Alex di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Disampaikan Alex, dalam satu harinya, kota Palembang mampu menghasilkan sampah sebanyak 1200 hingga 1400 ton sampah. “1400 ton itu biasanya pada hari-hari besar,” ujarnya.

Melalui berbagai teknologi yang ditawarkan, Alex berharap sampah-sampah yang ada di kota Palembang dapat menjadi sesuatu yang dapat menghasilkan.

“Sehingga nantinya dapat menghasilkan listrik, menghasilkan minyak, plastik dan sebagainya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Alex juga mejelaskan, bahwa untuk kapasitas TPS Sukawinatan saat ini masih dinilai cukup besar untuk dapat menampung banyaknya sampah di kota Palembang

“Kalau kapasitas jangan khawatir, di Sukawinatan itu masih ada 2 Hektar lagi. Bahkan kita juga punya di Karyajaya yang belum kita manfaatkan,” jelasnya.

“Disini yang kita seriuskan adalah dalam pengelolaannya. Kalau kita hanya menyiapkan TPA saja, nantinya kota ini hanya penuh dengan sampah, yang kita pikirkan adalah untuk pengelolaannya,” tambahnya.

Masih dikatakannya, bahwa saat ini Pemerintah kota Palembang melalu DLHL terus fokus dalam sistem pengelolaan sampah melalui berbagai teknologi.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada masyarakat untuk saling membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan guna menjadikan kota Palembang yang bebas dari sampah.

“Sebenarnya kalau menurut prosedur, DLHK ini hanya mengangkut sampah liar dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) ke TPA. Nah sampah liar itulah seharusnya menjadi tugas kita sama-sama,” katanya.

Disampaikannya, bahwa saat ini pihaknya juga telah melakukan peningkatan sistim kerja pengangkutan menjadi tiga kali angkut dalam satu hari.

“Padahal seharusnya itu cukup satu kali saja dalam satu hari. Tetapi kalau tidak seperti itu, tidak terbayangkan berapa banyak sampah kita ini di pinggiran jalan,” ucapnya.(ril)

Komentar

Berita Lainnya