oleh

Tolak Tuntutan Jaksa, Jerinx Kembali Minta Dibebaskan

SUMEKS.CO – I Gede Ari Astina alias Jerinx melalui tim penasihat hukumnya, Wayan Gendo Suardana, kembali mengupas materi tuntutan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dikoordinatori Otong Hendra Rahayu.

Menurut Gendo, jaksa dinilai tidak konsisten dalam menyebutkan pembuktian di dalam materi tuntutannya, terutama keterangan saksi ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo. Hal ini disampaikan Gendo dkk dalam duplik (tanggapan atas replik jaksa) di PN Denpasar, Selasa (17/11).

Kata Gendo, jantung pembuktian dalam kasus ini adalah keterangan ahli bahasa. Sementara ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo yang dihadirkan jaksa ridak memiliki kapabilitas. Latar belakang pendidikan saksi ahli tersebut ilmu bahasa Inggris. Dari daftar riwayat hidup juga tidak ditemukan sebagaimana diungkapkan jaksa.

“Kami tidak temukan sertifikat atau piagam pendidikan atau pelatihan bahasa seperti dikatakan jaksa,” kata Gendo.

Atas dasar ini, Gendo dkk mempertanyakan, apakah jaksa akan mengelabuhi sidang? “Apakah pantas Wahyu Aji disebut saksi ahli bahasa. Kami sebut Wahyu saksi ahli tidak ahli,” tegas Gendo.

Di akhir dupliknya, Gendo meminta majelis hakim pimpinan IA Adnya Dewi membebaskan terdakwa Jerinx dari semua dakwaan. “Kami mohon terdakwa dibebaskan, sebab tuntutan jaksa berdasarkan kecerobohan dan ketidaktelitian,” harap Gendo.

Usai sidang, Jerinx turut menegaskan permintaannya agar bebas dari semua dakwaan jaksa. “Pak hakim dan bu hakim ternyata saksi ahli bahasa yang dipakai jaksa tidak memiliki keahlian, mohon saya dibebaskan,” kata Jerinx, didampingi istri dan ibunya.

Sidang ujaran kebencian soal Jerinx yang mengatakan IDI kacung WHO ini, akan dilanjutkan Kamis (19/11) dengan agenda putusan majelis hakim. (bx/har/rin/JPR/BALIEXPRES/JAWAPOS.COM)

Komentar

Berita Lainnya