oleh

1970-an Sungai Musi Masih Jernih

Peneliti dari Pusat Penelitian dan Manajemen Air dan Lahan, Lembaga Penelitian Unsri, Dr Momon Sodik Imanudin SP MSc mengatakan, sungai Musi dan anak sungai lainnya, berwarna keruh, kecoklatan, dan berbau.

“Sungai Musi sendiri telah tercemar zat padat terlarut. Tingkat pencemaran air di Palembang sedang atau lampu kuning,” ungkapnya saat seminar nasional Hari Air Dunia 2019 di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri, Kamis (21/3).

Sungai Musi sendiri telah tercemar zat padat terlarut. Tingkat pencemaran air di Palembang sedang atau lampu kuning.

Jika kondisi pencemaran terus terakumulasi, bisa berbahaya. Misalnya zat racun yang ada di air masuk ke dalam ikan, dan ikan dimakan manusia bisa keracunan. Dalam jangka panjang bisa berdampak bagi kesehatan manusia.

“Air dengan kondisi yang ada juga menyulitkan perusahaan air minum melakukan proses penjernihan hingga layak konsumsi,” tutur Ketua Pelaksana Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 ini.

Dulu, Sungai Musi jelas sekali jernih hingga tahun 1970-an, karena di wilayah hulu hutannya masih bagus. Namun semakin ke sini sudah mulai ada perambahan lahan perkebunan dan pertambangan sehingga memicu erosi. “Ketika hujan turun, tanah akan terangkut ke sungai atau erosi jadi warnanya kuning” katanya.

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE bertambahnya jumlah penduduk bumi khususnya Indonesia, membuat air mulai banyak masalah. “Air sebenarnya sudah bersih karena disaring tumbuhan, namun karena penggunaannya tak terkendali dan tak memperhatikan lingkungan, air jadi tercemar,” sebutnya. Bahkan dia menprediksi ke depan air menjadi sesuatu yang bisa diperebutkan seperti halnya energi fosil.

Dalam seminar kemarin, hadir keynotes speech Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR/HATHI Dr Ir Hari Suprayogi MEng, Direktorat Jenderal Pengendalian aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan Lindung, Kementerian LHK Dr Ir Ida Bagud Putra Pertama MSc. Pembicara Wali Kota Palembang H Harnojoyo, Profesor on Meteorology and Climatology BPPT, Vice Chairman of IPCC Working Group I The Physical Science Basis Prof Dr Edwin Aldrian. (cj17/fad/ce1)

___

Seminar nasional Hari Air Dunia 2019 di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri, Kamis (21/3). Foto: M Hatta/Sumeks.

Komentar

Berita Lainnya