oleh

2.983 Ribu Perantau Pulang ke Muara Enim

MUARA ENIM – Ditengah gencarnya larangan pulang kampung oleh pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19, Kabupaten Muara Enim telah kedatangan 2.983 ribu perantau yang berasal dari berbagai daerah terjangkit.

Para pemudik yang mayoritas pekerja dan mahasiswa tersebut dikenakan wajib lapor dan isolasi mandiri serta terus dipantau kesehatannya. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim per 4 April 2020, sudah ada sebanyak 2.983 Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPDT) yang masuk ke Kabupaten Muara Enim.

“Para perantau yang digolongkan PPDT tersebut sudah menerapkan isolasi mandiri selama 14 hari, juga dipantau terus kesehatannya di Puskesmas-puskesmas yang ada di Kecamatan,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim, Panca Surya Diharta, Senin (6/4).

Panca mengatakan dari sebanyak 2.983 PPDT tersebut baru sebanyak 96 orang yang telah selesai pemantauan. Sementara sisanya akan terus dipantau kesehatannya demi pencegahan penyebaran wabah. “Baru 96 PPDT dinyatakan sehat, sehingga masih ada hampir tiga ribuan yang kesehatannya masih dalam pengawasan,” tarangnya.

Dijelaskannya, sebelumnya PPDT tersebut kebanyakan pulang dari daerah perantauan yang terjangkit Covid-19 seperti DKI Jakarta dan sebagainya. Mereka sebagian besar kalangan pekerja perantau dan ada pula pelajar serta mahasiswa.

Panca menegaskan, seluruh warga luar yang masuk ke Kabupaten Muara Enim wajib melapor ke posko-posko covid-19 terdekat serta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Panca juga menghimbau kepada masyarakat Muara Enim, terus berperan aktif melaporan kepada petugas apa bila ada sanak famili atau tetangga baru pulang dari Daerah pendemi Covid-19. “Kami himbau kesadaran dan partisipasinya agar warga yang datang untuk segera melapor ke Posko-Posko terdekat Covid-19 agar dapat didata dan diperiksa kesehatan tubuhnya,”imbuhnya.

Sementara Plt Bupati Muara Enim H Juarsah meminta seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Muare Enim diminta untuk mengawasi ketat warganya terutama yang datang dari luar daerah. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya warga yang terjangkit virus corona. “Salah satu hal yang ditekankan terutama kepada para kepala desa agar selalu mengetahui pergerakan arus keluar-masuk warga dari luar daerah,”tegas Juarsah.

Juarsah menegaskan jika ada warga yang datang dari luar, maka mereka wajib melapor dan didata pada posko gugus tugas yang ada. Untuk selanjutnya dilakukan karantina atau isolasi diri secara mandiri. “Jikapun rumahnya tidak memadai, maka segera dilaporkan karena Pemkab. Muara Enim telah menyediakan asrama Islamic Center,”ujarnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya