oleh

2 Kejadian Heboh di Sungai Musi: Kapal Tenggelam dan Kapal Nyaris Tabrak Rumah!

SUMEKS.CO – Dua kejadian heboh terjadi hari ini di perairan sungai Musi. Yang pertama, kapal kargo tenggelam, tepat di depan dermaga PT Pusri.

Atau kalau dilihat dari Seberang Ulu, tepatnya kapal tenggelam di depan dermaga Komplek Assegaf, Seberang Ulu 2.

Kasat Polair Polrestabes Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno memastikan arus pelayaran tidak terganggu atas insiden itu.

Paska tenggelamnya kapal kargo KM Ceria 8 di Sungai Musi itu arus pelayaran tidak terganggu. Karena bangkai kapal telah dikandaskan ke dekat tepi sungai dan jauh dari arus pelayaran.

“Jadi untuk mobilitas pelayaran kapal penumpang maupun muatan tidak terganggu,” tegas Yudo, Jumat (14/8).

Saat kejadian, Nahkoda KM Ceria 8 memerintahkan para ABK bersiap meninggalkan kapal.

Sekira pulul 02.10 WIB, nahkoda kapal meminta bantuan kapal pandu dan tunda TB Tanjung Buyut 2 untuk mengevakuasi para ABK dan mengandaskan kapal ke perairan dangkal dan menjauh dari alur pelayaran kapal.

“Semua selamat, tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Kapal Nyaris Tabrak Rumah

Sementara itu, kapal laut berukuran besar juga nyaris menabrak pemukiman atau kampung warga di Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin. Tepatnya di Desa Sungsang IV, Kamis (13/8) sore.

Menurut Husni Nizom, warga Sungsang, kapal tersebut hendak masuk menuju sungai Musi, setelah dari arah laut. Namun sebelum menuju Palembang, kapal tersebut berlabuh terlebih dahulu di perairan Sungsang.

Warga terlihat panik saat posisi kapal makin dekat ke pemukiman warga.

“Sampai di Sungsang, kapal berlabuh dan buang jangkar, ” ujarnya.

Akan tetapi jangkar yang di lempar ke sungai rupanya tidak kuat. Kapal pun bergeser hingga mendekati pemukiman warga.

“Kapal hampir nabrak rumah, banyak rumah, karena pemukiman,” terangnya.

Untungnya, nahkoda kapal melihat kejadian ini dan langsung menghidupkan mesin.

“Jadi tabrakan tidak terjadi, tapi jaraknya tinggal 10 meter lagi dengan rumah warga,” tuturnya.

Saat itu warga sekitar sempat panik berlarian.

“Ya, soalnya tinggal beberapa meter lagi, pantas kita takut ‘kan, “imbuhnya.

Sementara itu, Salinan Camat Banyuasin II mengatakan, ia bersama warga saat itu sedang mengikuti rapat juga langsung lari.

“Ya, semua kemana-mana lari, kami semua,”

Karena jarak kapal memang sudah sangat dekat. “Makin lama makin dekat, jadi warga ketakutan, ” ujarnya.

Salinan juga tidak mengetahui mengapa kapal hampir menabrak pemukiman warga?

“Belum tau, ada yang bilang mogok dan lain sebagainya”

“Tapi Alhamdulilah tidak sampai nabrak,” cetusnya.

Dia berharap, nahkoda kapal saat memasang jangkar agar berhati-hati. “Apalagi ini kapalnya besar, ” tandasnya. (*/qda)

 

Komentar

Berita Lainnya