oleh

2 Pramugari Saling Lapor Gara-gara Skandal Video Panas

BANDUNG – Dua pramugari dari maskapai plat merah saling lapor ke polisi gara-gara skandal video panas. Kasus ini bermula saat pramugari GAP pacaran dengan seorang pria asal Bandung, Jawa Barat berinisial RRO.

Saat pacaran, RRO selingkuh dengan pramugari pramugari berinisial APY yang notabene teman kerja GAP.

APY dan RRO kemudian melakukan hubungan suami istri di salah satu hotel di Bandung.

Adegan ranjang APY dan RRO direkam dengan menggunakan ponsel APY. Kemudian hasil rekaman dibagikan ke ponsel RRO.

Singkat cerita, pramugari GAP tak sengaja menemukan video panas itu di ponsel RRO.

Merasa diselingkuhi, GAP akhirnya mengirim tangkapan layar file video ( bukan file video) hot itu ke APY guna untuk memastikan bahwa apakah bener APY yg ada dalam video tersebut.

Pramugari APY yang mengetahui video panasnya dengan RRO beredar luas akhirnya melaporkan pramugari GAP ke Polda Metro Jaya.

Pramugari GAP tak tinggal diam. Ia melaporkan balik pramugari APY ke Polrestabes Bandung, Jawa Barat.

Kuasa hukum pramugari GAP, Andi Syarifuddin mengatakan, kliennya melaporkan pramugari APY ke polisi atas dugaan memproduksi, atau membuat dan menyimpan konten pornografi sesuai UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Terlapor APY berdali bahwa video tersebut dengan sengaja dibuat atau diproduksi, dan disimpan video hubungan seksual bersama dengan teman laki-lakinya untuk dirinya sendiri atau kepentingan dirinya sendiri, sehingga tidak dapat disebut membuat atau memproduksi sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 4 ayat (1) UU No.44 Tahun 2008 Tentang Pornografi,” kata Andi, Senin (23/3/2020).

“Tapi kuasa hukum GAP membantah bahwa video itu bukan dibuat untuk diri sendiri. Artinya selain dirinya (GAP), ada orang lain mengetahuinya,” tambah Andi.

Andi menyebut, video itu direkam dengan menggunakan ponsel pramugari APY. Itu sesuai dengan pengakuan RRO kepada pramugari GAP.

“Karena kelalaiannya menyimpan dan mengirim video hubungan seksual tersebut ke handphone milik teman laki-lakinya itu, sehingga video itu dapat dilihat dan disebarkan oleh pelapor dan selanjutnya diketahui oleh orang banyak,” tandasnya. (one/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya