oleh

2 Siswa SMU Negeri 1 Ilaga Ditembak!

PAPUA – TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua saling tuding tembak mati siswa SMU Negeri 1 Ilaga, Papua. Penembakan itu menyebabkan siswa SMU Negeri 1 Ilaga, Atanius Murib (17) tewas di tempat. Sementara temannya, Maluk Murib (17) dalam kondisi kritis.

TNI menuding KKB sebagai pelaku penembakan dua siswa SMA 1 Ilaga. Sebaliknya, KKB menuduh TNI yang melakukan penembakan. Saling tuding antara TNI dan KKB mengingatkan publik pada peristiwa penembakan Pendeta Yeremia Zanambani beberapa waktu lalu.

TNI menyebut KKB tembak mati pendeta Yeremia Zanambani. Sebaliknya, KKB menuduh TNI sebagai pelaku pembunuhan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani.

Peristiwa penembakan dua siswa SMU Negeri 1 Ilaga Papua, Atanius Murib dan Maluk Murib terjadi pada Jumat (21/11) kemarin.

Kejadian bermula saat Atanius Murib dan Maluk Murib melakukan perjalanan dari Distrik Gome dengan tujuan berlibur ke kampung halaman di Distrik Agandugume.

Dalam pertengahan jalan keduanya ditembak di perbatasan hutan antara Distrik Gome dan Distrik Agandugume.

“Tiba-tiba pasukan TNI melakukan penembakan membabi buta, akhirnya seorang pelajar SMU Negeri 1 Ilaga Atanius Murib ditembak mati oleh tentara Indonesia dan TNI,” kata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui akun Facebook The TPNPB News, Sabtu (21/11).

Maluk Murib juga ditembak sebanyak 3 kali, tetapi berhasil melarikan diri dari.

“Namun sementara ini dia masih dalam keadaan kritis dan sedang dirawat di Puskesmas di Ilaga,” sambungnya.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel CZI IGN Suriastawa, menyatakan insiden penembakan tersebut dilakukan oleh KKB.

Menurut dia, aksi KKB diduga bermotif intimidasi ke masyarakat karena tidak mendapat dukungan dari warga setempat serta sebagai upaya memutarbalikkan fakta dengan menuduh aparat keamanan sebagai pelakunya.

“Pemutarbalikan fakta dan playing victim melalui media massa selalu menjadi trik dari kelompok pro KKB dan pendukungnya di dalam dan luar negeri untuk menyudutkan pemerintah Indonesia,” kata IGN Suriastawa, dikutip dari Antara. (one/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya