oleh

200 Kg Ganja Aceh Masuk Sumbar

SUMEKS.CO – Sebanyak 200 paket besar ganja kering dengan berat sekitar 200 kilogram berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam masuk ke wilayah Sumbar, sepanjang pekan lalu. Sekitar 65 kilogram di antaranya, sudah beredar di sekitar wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Sedangkan 135 kilogram akan dikirim ke Provinsi Lampung, Rabu siang (28/10).

Namun, sebelum dikirim ke Lampung, sebanyak 135 paket besar ganja itu duluan ditemukan oleh tim gabungan Polres Limapuluh Kota dan Polres Payakumbuh yang di-backup penuh oleh Direktorat Narkoba Polda Sumbar pada Rabu dini hari (28/10).

Narkotika golongan satu dengan nilai ratusan juta rupiah itu ditemukan dari kediaman seorang pengedar narkoba yang sudah lama masuk target operasi polisi berinisial RS alias Rangga, 24, warga Jorong Pabatungan, Nagari Taehbukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sebelum menyita sekitar 135 kilogram ganja dari kediaman Rangga, polisi dalam hal ini penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Limapuluh Kota menangkap Rangga usai transaksi sabu-sabu di Jorong Jopang, Nagari Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. Saat itu, Rangga sedang bertransaksi sabu-sabu dengan YFA alias Iyeb, 32, seorang sopir asal Jorong Lubuaksimato, Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka.

Baik Ranggga ataupun Iyeb, kini sudah sama-sama diamankan di Mapolres Limapuluh Kota. Kemarin siang (29/10), wajah mereka dengan memakai seragam tahanan berwarna orange, diperlihatkan polisi kepada wartawan melalui konferensi pers yang digelar di Mapolres Limapuluh Kota.

Dalam konferensi pers itu hadir Dirnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersama Wadirnarkoba AKBP Fery Herlambang. Kemudian, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso dan Kasat Narkoba Iptu Hendri Has. Serta, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira karena 135 paket ganja yang ditemukan di kediaman Rangga, berada dalam wilayah hukum Polres Payakumbuh.

Pengungkapan kasus besar sindikat narkoba antar provinsi ini berawal dari tertangkapnya dua orang tersangka di Jorong Jopang, Nagari Jopangmanganti, Kecamatan Mungka, Rabu dini hari. Berdasarkan informasi masyarakat di Jopangmanganti, dicurigai terjadi praktik penyalahgunaan narkoba.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian, polisi menangkap dua orang tersangka sedang berada disalah satu rumah di Jorong Manganti. Kemudian dilakukan penggeledahan disaksikan perangkat nagari setempat. Sehingga, ditemukan barang bukti berupa tiga paket kecil narkotika golongan I bukan tanaman, jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening.

Kemudian, Satuan Reserse Narkoba Polres Limapuluh Kota dipimpin Kasat Iptu Hendri Has melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka dan menggiring tersangka ke rumahnya di Jorong Pabatungan, Nagari Taeh Bukik. Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota melakukan koordinasi dengan Satres Narkoba Polres Payakumbuh yang dipimpin Kasat, Iptu Desneri.

”Karena kawasan itu masuk wilayah hukum Polres Payakumbuh, kita berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Payakumbuh untuk pengembangan kasus ini,” terang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro di hadapan wartawan.

Pada TKP kedua kedua tersebut, Satres Narkoba dari duo Polres melakukan penggeledahan dan meminta tersangka menunjukkan barang bukti kepemilikan narkoba di rumahnya. Ternyata tak hanya sekadar sabu, paket ganja kering siap edar berhasil ditemukan sebanyak 135 paket dengan perkiraan berat masing-masing paket sekitar 1 kilogram.

”Paket itu dibungkus menggunakan lakban warna cokelat. Kemudian, dimasukkan dalam karung warana dominan putih berukuran besar yang diletakkan tidak jauh dari rumah tersangka RS,” ungkap Kombes Pol Wahyu didampingi Kapolres AKBP Trisno Eko Santoso dan AKBP Alex Prawira, kemarin.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan dari kedua tersangka, dan mendapatkan informasi lainnya yang cukup mengejutkan. Sebab, sebelumnya ganja yang dikirim menggunakan jalur darat dengan jasa penjemputan menggunakan truk tersebut, jumlahnya sebanyak 200 paket.

Artinya 65 paket lainnya sudah terlanjur beredar di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Selain itu, polisi juga telah mendapatkan informasi terkait tersangka lainnya yang kini masuk daftar pencarian orang. Dia berperan sebagai orang yang mendatangkan ganja tersebut. ”Sekarang kami juga terus melakukan pengembangan dan masih ada dua orang yang ditetapkan DPO, yakni E dan Y yang terlibat mendatangkan barang,” ujar Diresnarkoba.

Kedua tersangka, kata Diresnarkoba, bisa berstatus bandar atau pengedar. ”Namun yang jelas perbuatan, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup,” tegas Diresnarkoba.
Polisi tidak bisa bekerja sendiri, peran aktif dan kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan untuk pemberantasan peredaran ilegal narkotika. ”Kita mengimbau seluruh elemen masyarakat terus membantu aparat kepolisian bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” tukas Kombes Pol Wahyu.

Sementara itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, sangat berterima kasih terhadap upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polri di Limapuluh Kota. ”Tetap semangat, kita bersama masyarakat akan terus mendukung upaya pemberantasan narkoba. Selamat untuk jajaran Satresnarkoba Polres Payakumbuh, Limapuluh Kota, Polda Sumbar,” ungkap Deni.

Berada di pelintasan Sumatera, Limapuluh Kota salah satu daerah yang terbilang cukup empuk menjadi sasaran peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Banyak kabupaten/ kota bisa dijangkau dari Limapuluh Kota dengan mudah.

Sepanjang tahun 2020, menurut Kombes Pol Wahyu Sribintoro, sejumlah kasus narkoba jumbo berhasil diungkap. ”Sebelumnya Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar juga mengungkap sebanyak 110 kilogram ganja, kemudian Polres Payakumbuh sebanyak 100 kologram ganja, lalu Limapuluh Kota dengan 135 paket ganjanya,” ungkap dia. (fdl/frv/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya