oleh

2020 Banyuasin Bukan Penyumbang Asap

INDRALAYA – Pemerintah Kabupaten Banyuasin pantau setiap wilayah kecamatan di wilayahnya untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.  Ini merupakan ketegasan kabupaten Banyuasin dalam mencegah Karhutla sejak dini.

Bupati Banyuasin H Askolani optimis bisa sekecil mungkin kebakaran. Sehingga tidak menjadi daerah penyumbang asap pada tahun 2020 ini. Upaya pencegahan dilakukan mulai dari sosialiasi edukasi ke masyarakat. Agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar.

Selain itu, membentuk kampung tangkal api dan masyarakat peduli lingkungan. Sampai membangun embung penampungan air. Di wilayah yang rawan karhutla. Dengan peralatan dan personil yang siap siaga. Apabila terjadi kapanpun dan dimanapun lokasinya siap di terjunkan.

“Saya optimis bisa tekan seminim mungkin, ” tegas Bupati Askolani saat usai kegiatan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel Tahun 2020 di Kebun Raya Sriwijaya Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2020).

Askolani juga menjelaskan daerahnya memiliki 21 kecamatan, 288 desa dan 17 Kelurahan. 11 kecamatan termasuk daerah yang rawan terjadi kebakaran.

Karena lokasinya banyak terdapat hutan. Semak belukar hingga lahan gambut. Antara lain, Kecamatan Rambutan, Banyuasin I, Talang Kelapa, Tanjung Lago, Air Kumbang, Muara Padang, Muara Sugihan, Air Saleh, Makartijaya, Pulau Rimau dan Tungkal Ilir.

“Embung, kampung siaga api, relawan tanggap api, semuanya sudah siap, “jelas Bupati yang memegang predikat terbaik P3DA ke X Lemhanas RI tahun 2019 lalu.

Pihak kecamata juga harus siaga 24 jam. di wilayah masing-masing. Serta berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah Karhutlah. “Sekecil apapun api harus kita padamkan sebelum meluas.” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar siap untuk turut membantu dalam pencegahan karhutla. Dan akan bertindak tegas ke pelaku yang melakukan pembakaran lahan.

“Perusahaan dan masyarakat yang melanggar akan kita proses hukum,” katanya

Ditambahkan, Dandim 0430 Letkol Alpian Amran, anggota TNI siap bahu membahu dalam mencegah Karhutlah. Dengan menyiagakan Babinsa di setiap desa. Memantau dan mengedukasi masyarakat. “Ini tugas kita bersama. TNI ambil bagian untuk bantu pemerintah dalam cegah Karhutlah,” tegasnya

Untuk diketahui, apel kesiapsiagaan itu melibatkan 1000 personil dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Kesehatan, perusahaan dan masyarakat peduli api. Termasuk peralatan seperti helikopter, sepeda motor, mobil pemadam kebakaran.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang menjadi Inspektur Apel mengatakan. Tahun 2019 Karhutlah di Provinsi Sumsel dapat dikendalikan. Sehingga tidak mengganggu transporasi udara.

Dan pada tahun 2020 ini akan meningkatkan pencegahan pengendalian karhutlah. Sesuai instruksi Presiden bahwa Gubernur, Bupati, walikota sampai kades, menegaskan bahwa ini tugas.

“Memadamkan api itu tugas. Kita sadarkan kepada masyarakat mulai dari tingkat kabupaten sampai desa. Peran kades sangat penting, “terangnya

Dampak negatif Karhutlah tidak hanya lokal Indonesia tapi masyarakat global. Perubahan iklim, emisi gas rumah kaca dan dampak lainnya. Singkronisasi satgas provinsi dan kabupaten sangat penting. Jangan sampai asapnya mengarah Kota Palembang karena dampaknya terdapat bandara SMB II.

Selain itu. dana desa bisa digunakan untuk pengendalian Karhutla untuk mencegah. Membeli alat dan lainnya.

“Untuk bantu pencegahan dan penanganan Karhutla 10 Kabupaten. Saya serahkan bantuan khusus sebesar Rp 45 miliar, ” tandasnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya