oleh

2020, Pembangunan Jembatan Musi VI Dipastikan Rampung

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang terus berupaya melanjutkan penyelesaian pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan  kawasan 32 Ilir dan kawasan Seberang Ulu I Palembang.

Keberadaan Jembatan Musi VI ini nantinya diyakini akan mampu mengurangi beban lalu lintas angkutan di Jembatan Ampera dan Jembatan Musi II. Disamping dapat mengurai kemacetan lalu lintas serta penumpukan kendaraan di sejumlah titik di Kota Palembang.

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat meninjau pembangunan Jembatan Musi VI dan penyerahan sertifikat tanah program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) di Palembang, Sabtu (13/4), menyebutkan proses pengerjaan pembangunan jembatan Musi VI  saat ini masih berjalan dan ditargetkan akan rampung tahun 2020 mendatang.

“Kita targetkan Jembatan Musi VI ini bisa dilalui untuk kendaraan. Begitu juga dengan taman dan fasilitas umum disekitarnya. Pembebasan lahannya secepatnya kita rampungkan,” tegas Herman Deru.

Lebih lanjut, Herman Deru menambahkan, penyelesaian pembangunan Jembatan Musi VI adalah bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi kepada masyarakat. Untuk itu, mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak yaitu terutama Pemkot Palembang berikut seluruh OPD dan masyarakatnya.

“Selesainya pembangunan Jembatan Musi VI ini membutuhkan dukungan dari semua pihak. Bersama-sama kita selesaikan ini, baik dibagian Seberang Ilir maupun di Seberang Ulu,” tambahnya.

Terkait pembebasan lahan, Herman Deru memastikan untuk di wilayah Seberang Ulu sudah tidak ada kendala lagi. Sedangkan pembebasan bidang tanah yang masih belum terlaksana, Gubernur mengharapkan dukungan dari para tokoh setempat.  Mengingat pembangunan Jembatan Musi VI tidak hanya menekankan keindahan dan fisik jembatannya saja, melainkan juga keindahan di wilayah sekitar jembatan, baik di Ilir maupun di bagian Ulu.

“Akses menuju Jembatan Musi VI ini akan ditingkatkan seperti ketersediaan fasilitas umum. Hingga nantinya jembatan ini dapat menjadi obyek wisata baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain meninjau kelanjutan pembangunan Jembatan Musi VI, di kesempatan yang sama Herman Deru juga secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah program PTSL kepada warga Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Dalam pembuatan sertifikat tanah Herman Deru menjamin tidak ada pungutan.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Dharma Budhy mengatakan, kontrak pembangunan Jembatan Musi VI dimulai pertama kali pada tahun 2015 menggunakan dana APBD provinsi Sumsel. Tahap pertama pembangunan Jembatan Musi VI tahun kontrak 2015, dengan jenis kontrak tahun jamak dengan masa pelaksanaan 756 hari kerja, nilai kontrak Rp 344.320.772. 000,00.

Kemudian untuk pembangunan tahap kedua juga bersumber dari APBD Provinsi Sumsel, tahun anggaran 2018, jenis kontrak tahun jamak, nilai kontrak Rp 219.677.000.000,00 dengan masa pelaksanaan 360 hari kerja, dan masa pemeliharaan 360 hari kerja dengan kontraktor pelaksana PT Nindya Karya.

Sementara itu, untuk realisasi dan sisa kebutuhan anggaran proyek Jembatan Musi VI, Dharma Budhy menjelaskan, kontrak tahap pertama nilai kontrak awal sebesar Rp 344.320.772.000,00. dan nilai final amandemen Rp 344.320.772.000,00 (bobot terhadap keseluruhan 60, 4 persen). Kemudian untuk tahap kedua, nilai kontrak awal Rp 219.677.000.000,00 dan nilai final amandemen Rp 135.315.850.334,10 (bobot terhadap keseluruhan 24 persen).

“Dengan demikian total nilai untuk tahap pertama dan kedua adalah Rp 469.636.622.344,-(84,4 persen).  Jumlah dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian pembangunan Jembatan Musi VI senilai Rp 87 miliar,” pungkasnya.(ety)

 

 

Komentar

Berita Lainnya