oleh

25 Kontainer Isi Kelapa Asal Sumsel Ditolak Thailand

SUMEKS.CO – Sebanyak 25 kontainer asal Kabupaten Banyuasin, Sumsel yang diekspor menggunakan tranportasi laut ke Thailand ditolak dan dikembalikan Jumat (15/11) lalu ke terminal pelabuhan Bea Cukai, Boombaru Palembang. Ekspor ini ditolak karena dinilai tidak memenuhi kriteria.

Kasi Penyuluhan dan Informasi Bea Cukai Palembang, Dwi Hermawanto mengatakan ekspor dari Palembang yang keluar sebanyak 5045 kontainer.

“Untuk yang ke Thailand ada 1527 kontainer. Dari proses ini ada sekitar 25 kontainer kelapa yang ditolak dan dikembalikan. Kelapa yang ditolak disebut sudah diurus segala izin impornya. Bahkan disebut devisa di impor tersebut hingga USD 6.258.759,” katanya kepada awak media, Selasa (19/11).

Dwi menegaskan kelapa yang diekspor tersebut sudah diurus impornya. “Artinya ini re-impor, dari nilai devisa USD 6.258.795. Penyebab mengapa re-impor? Nanti pihak eksportir yang menjelaskannya,” ungkapnya.

Ekspor kelapa yang ditolak oleh Thailand ini baru pertama kali terjadi. “Dulu pernah, tapi kalau kasus kelapa ini ada alasannya. Apakah prosesnya atau apa. Dan sejauh ini baru Thailand yang nolak, China tidak ada yang menolak,” terang Dwi.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan berjanji akan segera menindaklanjuti penolakan itu dan melaporkan penolakan ekspor tersebut kepada Gubernur Sumsel.

“Kami ini akan laporkan secara tertulis agar ini bisa dikoordinasikan ke semua pihak. Tapi penolakan ini memang kecil angkanya. Kita tidak bisa mencampuri urusan dari negara lain, tapi nanti kita koordinasikan untuk ada kebijakan lain. Untuk ekspor juga ini sudah kewenangan pusat, dan akan koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan,” tukas Iwan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya