oleh

25 Ton Ikan Hilang Pertahun Di Danau Burung

-Sumsel-168 views

PALI – Danau Burung memang menjadi satu lumbung ikan terbesar di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Namun, sayangnya sejak tiga tahun terakhir hasil ikan dari danau seluas 35 hektar ini terus mengalami penurunan hingga 25 ton setiap tahunya.

Hal itu tidak lain, disebabkan akibat adanya zat asam yang mengalir dari areal perkebunan kelapa sawit, milik PT Proteksindo yang berada di dekat wilayah Danau Burung yang terbagi di Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, dan Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, hingga membuat danau seluas 35 hektar ini terus mengalami pendangkalan.

Sejak tahun 2017 itulah, hasil ikan dari Danau Burung yang dulunya melimpah kini hanya tinggal cerita belaka. Dimana, danau yang harga lelangnya nyaris menyentuh angka Rp200 juta ini, terus mengalami penurunan hasil ikan setiap tahunya.

Foto : Ist

Menurut, Sumari (36) warga desa Tempirai Induk, sang pemenang lelang sungai sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini menjelaskan, bahwa saat panen ikan dari Danau Burung di tahun 2016 dengan harga lelang Rp90 juta dirinya dirnya mendapat kurang lebih 70 Ton ikan dengan keuntungan mencapai Rp1,4 Milyar.

“Kita pegang lelang di Danau Burung ini sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini. Tahun 2016 itu hasil yang paling besar, dari penjualan ikan sekitar 70 Ton, belum ditambah sama hasil yang dibagikan kepada warga banyak, ataupun warga yang ikut langsung memanen pada saat itu,” jelasnya.

Sementara, Staff Humas PT Proteksindo Amseri mengatakan, bahwa pihaknya sendiri belum mendapatkan laporan atas duggaan pencemaran limbah tersebut. Dan dirinya akan terlebihdahulu melaporkan hal ini kepimpinanya.

“Kita belum tahu. Karena kita ada pimpinan maka akan dilaporkan terlebihdahulu. Dan tuduhan itu bersifat sepihak, maka itu kita akan lakukan pengecekan terlebihdahulu dan duduk bersama menyelesaikanya,” terangnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya