oleh

270 WNI Dievakuasi di Pulau Bintan, ABK Kapal Dream World

SUMEKS.CO-Pemerintah Indonesia hingga kini belum menentukan lokasi atau tempat observasi para 270 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar Dream World. Meski demikian skenario penjemputan tidak berubah.

Teknisnya, kapal milik TNI AL tersebut akan bertemu dengan Kapal Pesiar Dream World di perairan internasional di dekat Pulau Bintan. Namun, kapal tidak akan langsung berpapasan melainkan para WNI turun menggunakan sekoci.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengkhawatirkan para WNI yang menjadi ABK di kapal pesiar Diamond Princess terpapar virus corona mutasi baru.Dilihat dari tren penyakitnya seperti apa yang terjadi di China, maka kelompok ini dikhawatirkan munculnya mutasi baru dari Covid-19.

Akibatnya, kebijakan karantina terhadap penderita diharapkan selama 28 hari dimana sebelumnya hanya 14 hari. Apalagi, temuan di China keluhan baru muncul pada hari ke 20. ”Hingga malam ini belum ditentukan. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut. Memang ada, langkah observasi dilakukan di Natuna,” terang Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (21/2).

Meskipun demikian, sambung dia, lokasi observasi para WNI dari Wuhan di Natuna kemarin kembali disiapkan apabila ditujukan pemerintah ke sana. Namun hal tersebut hingga belum diputuskan. “Natuna yang kemarin habis dipakai disiapkan kembali. Kita masih menunggu keputusan untuk Kapal Dream World,” terangnya

Secara teknis, para WNI yang menjadi ABK di Kapal Dream World akan dijemput menggunakan kapal milik TNI AL. Setelah berhasil dipindahkan mereka langsung diobservasi saat boarding di kapal. ”Ya begitu skenarioya, Karena memang datanya dari awal dikatakan mereka tidak sakit Covid tapi bisa saja ada sakit yang lain,” kata dia.

Para ABK akan langsung diperiksa kesehatan secara menyeluruh oleh tim kesehatan yang disiapkan di atas kapal milik TNI AL tersebut. Apabila mereka dalam kondisi sehat, WNI tersebut tetap diobservasi selama 14 hari.

”Nah untuk jarak tempuh dari Jakarta menuju lokasi atau posisi terakhir kapal tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 jam. Apabila sudah ada keputusan dari pemerintah maka kapal segera menjemput WNI yang berada di Kapal Pesiar Dream World,” jelasnya.

Ratusan ABK tersebut masuk ke dalam kelompok Orang Dalam Pemantauan (ODP). Oleh sebab itu, perlu dilakukan observasi untuk menghindari risiko terburuk. Pemerintah akan berusaha mencari cara yang paling aman bagi WNI maupun masyarakat yang akan menerima mereka setelah dikembalikan ke keluarganya. ”Untuk pola ini persis yang dilakukan beberapa waktu lalu saat melakukan observasi di Natuna,” katanya.

Untuk diketahui Pemerintah Indonesia merencanakan penjemputan Warga Negara Indonesia yang menjadi ABK di kapal pesiar Dream World yang diduga terpapar virus corona dengan menggunakan kapal milik TNI AL. Sebelumnya kapal pesiar Dream World tersebut menurunkan seluruh penumpang di Hong Kong. Selepas itu, kapal berbendera Malaysia itu langsung berlayar tanpa penumpang, namun masih ada sekitar 1.104 ABK. ”Dari jumlah ABK tersebut sekitar 270 an orang merupakan WNI,” katanya.

Pada waktu seluruh penumpang sudah turun, otoritas Hong Kong langsung melakukan pemeriksaan kepada seluruh awak kapal menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan semuanya negatif. Namun, beberapa hari setelah penumpang turun dari kepal tersebut salah seorang dari mereka diketahui atau dilaporkan positif terserang virus corona. ”Pada saat pemeriksaan kapal sudah berlayar lagi tanpa penumpang arah ke Malaysia,” ujar dia.

Setelah ada informasi satu orang penumpang positif corona, maka semua negara menolak Kapal Pesiar Dream World untuk bersandar. Posisi terakhir kapal tersebut meminta izin untuk besandar di wilayah Bintan tapi pemerintah Indonesia menolak.(fin/ful)

Komentar

Berita Lainnya