oleh

308 Calon Janda atau Duda Mengurus Perceraian di PA Prabumulih

-Hukum-181 views
SUMEKS.CO – Belum genap satu tahun, Pengadilan Agama (PA) kota Prabumulih, Sumatera Selatan  sudah menangani total 308 kasus perceraian. Hal itu diungkap Kepala Pengadilan Agama, Suryadi dibincangi, hari ini, Jumat (15/11/2019).

“Sepanjang Januari sampai 15 November sudah ada 308 kasus perceraian,” ungkapnya. Jadi total 308 calon janda atau duda yang resmi mengurus perceraian.

Dikatakannya, faktor terbanyak yang menyebabkan perceraian yakni permasalahan rumah tangga, diikuti dengan faktor orang kedua, pelakor (perebut laki orang) atau pebinor  (perebut bini orang).

Uniknya, kasus ini kebanyakan terungkap oleh pasangan masing-masing lewat sosial media (Sosmed).

“Dalam hal ini suami harus faham bahwa memberikan nafkah kepada anak dan istri itu adalah wajib. Karena masih banyak suami yang tidak tahu kewajiban untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suryadi juga mengatakan Sosmed juga sangat berpengaruh karena biasanya diawali dari chatting dan timbulah para pelakor dan pebinor, sehingga harus berhati-hati dalam menggunakan sosmed.

Dalam kesempatan itu pula, pria yang pernah bertugas di pengadilan agama Depok itu menyebutkan, dari total perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama, 80 persen merupakan permintaan atau atas laporan pihak perempuan (istri, red).

Kemudian 20 persen lagi merupakan laporan laki-laki (suami, red). Hanya saja, dengan jumlah 308 janda dan duda yang resmi bercerai di Pengadilan, ia mengaku angka tersebut masih kecil dibandingkan wilayah lain di Sumatera Selatan (Sumsel).

Untuk ukuran Sumsel masih sedikit, paling banyak di Palembang yang mencapai 3000-an kasus. “Kita (Prabumulih, red) nomor delapan se Sumsel,” jelasnya.

Dia juga menghimbau untuk seluruh pasangan suami istri, di zaman yang sudah semakin canggih ini, agar lebih banyak bersabar karena semakin banyak cobaan rumah tangga.

“Untuk menyikapi perkembangan dunia maka harus diimbangi dengan rasa saling percaya dan doktrin bagi suami bahwa memberikan nafkah itu wajib,” tandasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya