oleh

31 Agustus, Pagaralam Buka Sekolah Tatap Muka?

PAGARALAM – Berdasarkan rapat pembahasan pelaksanaan kegiatan Sekolah dan keramaian, pada saat Covid-19 di Kota Pagaralam, bersama OPD, FORKOMPIMDA, Camat dan Forum Ponpes di Ruang Rapat Besemah I Setdakot Pagaralam, menyepakati beberapa hasil yang diputuskan secara bersama.

“Kita putuskan Sekolah di buka mulai 31 Agustus 2020, dengan tatap muka seperti di daerah-daerah lain, serta sesuai dengan edaran Bersama Menteri, yakni kurang lebih 3 jam,” demikian dikatakan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, ketika membacakan hasil keputusan bersama, terkait pelaksanaan kegiatan Sekolah dan keramaian, pada saat Covid-19 di Kota Pagaralam, dihubungi Minggu (23/8)

Kak Pian menerangkan, dengan belajar kurang lebih 3 jam ini, kalau Sekolah pagi itu dibagi dua, ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang, seperti waktu duduk di bangku Kelas I dan Kelas II SD.

“Jadi kita minta kepada Disdikbud Kota Pagaralam, agar dapat segera membuat surat edarannya ke semua Sekolah. Dan yang paling penting itu, persetujuan dari orangtua wali murid melalui Komite Sekolah,” katanya.

Kalau orangtuanya keberatan untuk masum Sekolah tatap muka, tambah Kak Pian, anaknya tetap dijamin untuk bisa untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring. “Tidak ada keharusan, kalau semuanya harus kalau dia tidak hadir dianggap alpa, tidak demikian. Tetap dengan kelonggaran-kelonggaran, silakan orangtua siswa untuk memilih, belajar tatap muka atau PJJ,” tutupnya.

Sekolah di Tiga Dempo Bisa Tatap Muka

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH menegaskan, bahwa Sekolah-sekolah yang mendesak, untuk diterapkan sistem pembelajaran tatap muka, Sekolah yang berada jauh dari Kecamatan Kota Pagaralam. “Yang mendesak itu sebenarnya, Sekolah-sekolah yang berada di luar Kecamatan Kota, seperti di Kecamatan Dempo Tengah, Dempo Selatan dan Dempo Utara,” ujar Kak Pian.

Sekolah-sekolah di wilayah inilah yang nantinya, kata Kak Pian, sesegera mungkin dibuka Sekolah tatap muka, setelah mendapat pula persetujuan dari orangtua wali murid siswa, melalu pengurus Komite Sekolah.

Butuh Persetujuan Komite dan Orangtua Siswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam H Cholmin Haryadi mengakui, untuk pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan selama ini, menerapkan sistem PJJ dengan metode daring dan luring.

“Namun, dalam pelaksanaannya banyak menemukan hambatan dan kendala, terkait jaringan dan kondisi geografis, serta kemampuan guru maupun siswa,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, jelas Cholmin, pihaknya sangat menyetujui untuk pelaksanaan Sekolah tatap muka, dengan mengacu pada SK Menteri Bersama. “Rencananya, kami akan memulai Sekolah tatap muka pada tanggal 1 September 2020,” ungkap Cholmin.

Dalam kurun waktu 1 Minggu ini, kata Cholmin, pihaknya akan mempersiapkan Sekolah dan untuk memverifikasi Kepala Sekolah, yang telah mendapatkan persetujuan dari pengurus Komite Sekolah.

“Agar suatu saat bila terjadi hal tidak diinginkan, tidak serta merta menyalahkan pihak Sekolah. Kami juga tengah menyusun Juknis ini, yang mengacu dari apa yang disampaikan, bahwa ketentuan tatap muka Sekolah wewenang Kepala Sekolah dan persetujuan Komite Sekolah,” tambahnya.

Kemudian ketentuan siswa untuk mengikuti belajar tatap muka, sebut Cholmin, adalah atas izin dari orangtua siswa tersebut. “Persetujuan Sekolah melaksanakan tatap muka, akan mendapatkan verifikasi dari Disdikbud Kota Pagaralam, jadi kami mohon bantuan dari Tim Satgas Penanganan Covid-19. Ini juga termasuk SMA, SMK maupun MA, sedangkan untuk TK dan PAUD belajar tatap muka, bisa dimulai pada Januari 2021,” tutupnya. (ald)

 

 

Komentar

Berita Lainnya