oleh

34 Sampel Diperiksa, Ikan Giling Mengandung Formalin

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPPOM) Palembang kembali melakukan sidak terhadap pedagang nakal yang masih menjual kebutuhan makanan mengunakan bahan kimia berbahaya.

Dalam sidak yang dilakukan di pasar tradisional Yada Mata Merah, Kecamatan Kalidoni Palembang, Kamis (25/2), dari 34 sampel yang di periksa hanya yang terdiri dari tahu, mie, basah, bakso, terasi, gula merah, cumi, daging ayam, dawet, pacar Cina, lontong, kolang kaling, dan ikan giling, hanya satu ditemukan bahan formalin yakni ikan giling.

“Jika masih ada pedagang melakukan kecurangan maka tidak segan-segan pedagang tidak akan disuruh lagi berjualan di pasar dan dikenakan penindakan denda. Ia menginginkan para konsumen yang akan berbelanja ke pasar merasa aman dan tidak was-was lagi,” kata Fitrianti Agustinda saat melakukan sidak.

Dia menambahkan, ini adalah peringatan terakhir kepada seluruh pedagang dan distributor agar berhenti melakukan kecurangan demi mendapatkan keuntungan besar.

Karena itu Pemkot terus melakukan pemantauan ke seluruh pasar di Palembang bersama BBPOM.

Sementara itu, Kepala BBPOM Palembang Yosef Dwi Irwan menyatakan bahwa pihaknya optimis akan terus melakukan pemantauan di seluruh pasar. Dari 34 sampel yang dilakukan penelitian hanya satu sampel bahan pangan yakni ikan giling yang mengandung formalin.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini semua pedagang nakal bisa kita cegah melalui sidak pasar ini,” tukasnya. (dey)

Komentar

Berita Lainnya