oleh

4 Berita Buruk Ekonomi RI, Utang Rp4.500 Triliun

-Ekbis-230 views

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon membeberkan 4 berita buruk ekonomi Indonesia yang muncul dalam sebulan terakhir.

Pertama, jumlah utang pemerintah meningkat signifikan. Per 31 Desember 2018 posisi utang Indonesia adalah Rp 4.418,13 triliun. Tapi pada akhir April 2019 jumlahnya telah meningkat drastis menjadi Rp4.528,45 triliun.

“Artinya, ada penambahan jumlah utang sebesar Rp 110,32 triliun sejak Januari 2019 lalu, atau meningkat sebesar Rp347,84 triliun jika dihitung sejak April 2018, yang angkanya Rp 4.180,61 triliun,” tegas Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).

Kedua, sambung Fadli Zon, pertumbuhan ekonomi 2019 berada di bawah perkiraan pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Menurut Fadli, BI baru saja mengumumkan turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi di bawah 5,2 persen, dari sebelumnya diproyeksikan sekitar 5,4 persen.

“Jika dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2019 juga turun. Tahun lalu, triwulan pertama kita masih bisa tumbuh 5,18 persen. Sementara, triwulan pertama tahun ini pertumbuhan kita tercatat hanya 5,07 persen,” terangnya.

Ketiga, nilai tukar rupiah yang melempem terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah pada pertengahan Mei 2019 tercatat melemah 1,45 persen secara point to point dibandingkan dengan level akhir April lalu.

Angka ini melemah sekitar 1,36 persen secara rata-rata jika dibandingkan rata-rata bulan lalu.

“Keempat, tentu saja adalah berita defisit neraca perdagangan yang memecahkan rekor sejarah,” sambung wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa neraca perdagangan pada bulan lalu dilaporkan mengalami defisit hingga 2,5 miliar dolar AS.

Sepanjang sejarah Indonesia, defisit tahunan pada 2018 adalah yang terbesar, yaitu mencapai 8,5 miliar dolar AS.

“Sehingga, jika April kemarin defisit bulanan kita mencapai 2,5 miliar dolar AS, itu artinya sudah sepertiga dari rekor defisit tahunan pada 2018 silam,” pungkas Fadli Zon. (rmol/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya