oleh

4 Film Korea Selatan Rekomendasi Warganet yang Sekeren ‘Parasite”

Film ‘Parasite’ menang, seluruh dunia heboh. Gimana nggak, soalnya dia jadi film berbahasa selain Inggris yang akhirnya menang kategori utama di Oscar. Ajang penghargaan film paling bergengsi di Amerika Serikat dan dunia. Empat kategori sekaligus pula.

Tapi, kita kali ini nggak akan ngomongin soal itu. Melainkan soal demam film Korea Selatan yang mendadak mewabah dalam sehari. Yup, setelah ‘Parasite’ menang dan semua mata tertuju padanya kayak Putri Indonesia, orang-orang jadi penasaran sama film-film Korea Selatan lainnya.

Permintaan rekomendasi film itu membanjiri media sosial. Bersamaan sama komentar orang-orang yang menyindir pihak-pihak yang anti banget sama budaya pop Korea Selatan selama ini, sampai memberi julukan ‘plastik’, hehe…

Terima kasih kepada ‘Parasite’, kayaknya sekarang peminat film-film Korea Selatan akan semakin bertambah. Mereka jadi semacam pintu, membukakan jalan buat film di negaranya juga dikenal secara global. Beberapa warganet Twitter penikmat film Korea Selatan dari zaman baheula pun nggak segan-segan membagikan rekomendasi film Korea Selatan yang paling apik versi mereka.

Salah satu yang cukup banyak mendapat likes dan retweet adalah akun @KeiNicro. Dia menyarankan warganet menonton empat film yang menurutnya bakal menciptakan pengalaman nonton yang berkesan. Salah satunya adalah ‘Parasite’. Mari kita bahas tiga lainnya.

Pertama, ada judul film Old Boy yang disutradarai Park Chan-wook. Kendati lawas, film tahun 2003 ini masih sangat bisa dinikmati sekarang. Secara garis besar ceritanya tentang upaya balas dendam pengusaha bernama Oh Dae-soo, setelah istrinya dibunuh dan dirinya jadi tersangka utama.

Menurut @KeiNicro, ceritanya nggak manusiawi sehingga cocok banget buat kamu yang suka film misteri dan thriller. Film ini jadi box office tahun itu dengan total 3,2 juta penonton. Film ini juga meraih prestasi internasional yang nggak main-main, di antaranya Grand Prix di Cannes Film Festival 2006 dan Best Foreign Independent Film di British Independent Film Awards 2007.

 

 

Kedua, film berjudul The Wailing arahan sutradara Na Hongjin. Film keluaran tahun 2016 ini ber-genre supernatural horror thriller. Tokoh utamanya seorang polisi yang menginvestigasi pembunuhan berantai misterius dan wabah penyakit di sebuah daerah terpencil. Menurut situs review Rotten Tomatoes, ratingnya mencapai 99 persen alias certified fresh parah.

Kolumnis Vulture, Jada Yuan, menulis bahwa fim ini berada di level berbeda yang bikin kebanyakan film Hollywood kelihatan nggak imajinatif dan kaku. Sementara Entertainment Weekly menerangkan meskipun film ini durasinya agak lebih panjang dari film biasa (156 menit), tapi menontonnya nggak akan bikin bosan. Karena ceritanya mengalir dan nggak menimpakan informasi terlalu banyak atau overload ke penonton.

 

Ketiga, dia menyarankan film berjudul The Handmaiden yang sarat budaya. Memang ada unsur yang cukup erotis atau vulgar, menyesuaikan sama setting waktu dan budaya Korea serta Jepang, pada masa penjajahan Jepang dulu. Filmnya berdurasi 145 menit itu, panjang juga, dibagi ke dalam tiga babak.

‘The Handmaiden’ dirilis lebih dulu di Cannes Film Festival pada Mei 2016. Barulah pada Juni 2016, film itu keluar di Korea Selatan. Sutradaranya sama dengan ‘Old Boy’, Park Chan-wook, jadi bisa dibayangkan gimana kerennya film ini. Apalagi, menurut @KeiNicro, adegan di mana tokoh utama perempuan mendongeng di depan orang-orang kaya. Paling berkesan dan bikin terpesona.

 

 

Rekomendasi film-film menarik itu juga disarankan sama dua warganet Twitter lainnya, @hufflemione dan @ivanarifsp. Tapi, ada satu film tambahan lagi yang direkomendasikan sama keduanya. Inilah film rekomendasi keempat, berjudulBurning tahun 2008.

Genrenya drama misteri psikologis besutan sutradara Lee Chandong. Ceritanya terinspirasi dari cerpen Haruki Murakami yang bertajuk ‘Barn Burning’. Intinya ini mengisahkan seseorang yang hobi membakar gudang.

LA Times menyebut film ini sebagai masterpiece di ranah kecemasan psikologis. Rolling Stones menulis review bahwa film ini menghipnotis dan menghantui bahkan melampaui film lain yang satu genre dengannya. Cerita yang dituturkan lewat ‘The Burning’ meresap ke dalam pikiran penontonnya cukup dalam dan sulit buat lepas dari kesan yang ditimbulkan dari film itu.

Masih banyak film Korea Selatan yang ciamik. Tergantung preferensi masing-masing. Sudah siap bikin bucket list film Korea Selatan buat tontonan waktu senggangmu? Biar nggak nonton drama doang, hehehe… (delima/mainmain.id)

Komentar

Berita Lainnya