oleh

499 Diamankan Didominasi Pelajar, Polisi Menduga Ada Geng Anarko dari Jakarta

SUMEKS.CO- PALEMBANG – Dihari kedua Demo Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Sumsel, Polisi amankan total sebanyak 499 pemuda yang didominasi pelajar. Pemuda ini diamankan karena diduga menyusup aksi demo hingga menjadi rusuh.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri melalui Kabid Humas Kombes Pol Supriadi mengatakan dari 499 pemuda yang diamankan ini dibagi-bagi,  yakni di antaranya pada kemarin 174  diduga akan berbuat rusuh.

“Sedangkan hari ini ada 325 orang pemuda diamankan, Jadi total keseluruhan 499 orang,” ujarnya Kombes Supriadi, Kamis (8/10).

Terhadap ratusan orang ini, lanjutnya, polisi mengadakan rapid test dan tes urine. Hasilnya, tak ditemukan pemuda yang reaktif atau menunjukkan gejala positif Covid-19.

Sementara polisi menemukan satu orang positif mengonsumsi amfetamin, tepatnya narkoba jenis sabu.

“Untuk yang positif narkoba ini berdasarkan tes urine. Sementara barang buktinya tidak ditemukan,” jelas Supriadi.

Pada rilis yang disampaikan Polda Sumatera Selatan ini, terungkap fakta bahwa massa yang diamankan polisi dikendalikan oleh sekumpulan orang yang menamakan diri mereka Anarko, yakni kelompok pemuda garis keras asal Jakarta.

“Ada tujuh orang kelompok Anarko asal Jakarta yang kita amankan hasil operasi kemarin. Mereka mengendalikan pemuda di Palembang agar menyusup aksi unjuk rasa hingga ricuh,” ungkap Supriadi.

Supriadi mengungkapkan kelompok Anarko ini mengutus anggota mereka ke wilayah Jabodetabek dan wilayah Sumatera Selatan khususnya Palembang. “Mereka diutus untuk memprovokasi massa unjuk rasa ini,” ujarnya.

Namun ketujuh orang tersebut, kata Supriadi, belum resmi ditetapkan tersangka karena polisi masih melakukan penyidikan mendalam.

“Barang bukti yang diamankan dari kelompok Anarko ini diantaranya bom molotov, senjata tajam berupa ikat pinggang dirangkai dengan senjata tajam. Kami masih melakukan pendalaman,” ujar Supriadi.

Untuk selanjutnya, polisi akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan karena hampir 90 persen pemuda yang diamankan merupakan pelajar.

Polisi juga mengimbau kepada para orang tua agar menjaga anak-anak mereka dari pengaruh maupun ajakan unjuk rasa dari oknum-oknum provokator. “Kami akan komunikasikan ini dengan dinas pendidikan. Segera,” tandasnya.(dey/dho)

Komentar

Berita Lainnya