oleh

5 Jam Bertahan, Rencana Aksi Jilid 3 di DPRD Sumsel

SUMEKS.CO – Ribuan driver Go-Car di kota Palembang kembali mendatangi kantor PT Gojek Indonesia cabang Palembang di Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning Palembang, Selasa (8/10). Tuntutan aksi jilid 2 ini sama pada aksi jilid ke 1 yang digelar Kamis (3/10) lalu.

Selama 5 jam bertahan, ribuan driver yang tergabung dalam Persatuan Driver Online Sumsel (PDOS), Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel dan Organisasi Angkutan Khusus Indonesia (ORASKI) ini menagih janji pihak PT Gojek terkait pemotongan insentif sebesar 50 persen.

Bahkan awal aksi, ratusan driver online meneriakan akan melakukan penyegelan kantor Gojek Palembang. “Dari aksi jilid 1 lalu, PT Gojek Indonesia (GI) cabang Palembang, berjanji sebelum tanggal 7 Oktober akan memberikan jawaban tuntutan kami. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan. Malah Senin (7/10) lalu, tetap memotong insentif sebesar 50 persen,” terang Koordinator aksi Dewa Ruci.

Menurut Dewa, para driver merasa sangat keberatan dan sepakat seluruh driver menolaknya. “Tidak ada kata lain, kami menolak pemotongan insentif sebesar 50 persen. Kita akan lanjutkan pada rencana aksi jilid 3 di DPRD Sumsel. Bersama manajemen PT GI cabang Palembang kita akan bertemu anggota dewan dan akan menyampaikan tuntutan kami ini hingga ke Gubernur Sumsel,” tegasnya.

David, Perwakilan dari PT GI cabang Palembang, sempat menemui mitranya para driver setelah beberapa kali diteriaki dan diminta keluar dari kantor. David mengatakan, terkait hal-hal yang disampaikan, pihak manajemen PT Gojek Indonesia masih mencari jalan terbaik.

“Sudah kita sampaikan dan saat ini pihak managemen PT Gojek Indonesia juga sedang berusaha membuat program khusus kepada mitra, khususnya roda empat dengan program pemberian voucher agar para mitra bisa meningkatkan pendapatannya,” terang David menyampaikan keterangan tersebut di hadapan aksi masa. Lalu, David juga menyampaikan PT Gojek akan meluncurkan program Go-Car L yang juga bisa meningkatkan pendapatan mitra.

Terpisah, Head of Regional Corporate Affairs area Sumatera Teuku Parvinanda Handriawan mengungkapkan, kebijakan PT Gojek Indonesia yang memotong insentif sebesar 50 persen tetap berlaku meskipun mendapatkan penolakan dari para mitra Gojek.

“Memang sudah dari awal kami sampaikan kebijakan ini (pemotongan insentif) sebesar 50 persen yang sudah berlaku secara nasional bukan hanya Palembang saja. Terkait rencana penyegelan kantor, itu bukan wewenang para mitra gojek. Jika penyegelan masih tetap dilakukan, maka yang akan merasakan dampak buruk bukan hanya dari PT Gojek saja tetapi juga akan dirasakan oleh para mitra,” tukasnya.

Dari pantauan SUMEKS.CO, aksi yang dimulai pukul 09.15 WIB dan berakhir pukul 14.45 WIB tersebut, petugas dari Satlantas Polrestabes Palembang langsung menutup Jl Basuki Rahmat dari arah PTC Mall, mulai dari U-Turn RM Pagi Sore ke arah simpang Polda Sumsel.

“Kita melakukan contraflow dari arah RM Pagi Sore hingga ke arah simpang Polda Sumsel begitu juga sebaliknya. Hal ini dilakukan karena ada giat aksi di depan kantor Gojek yang berada di Jl Basuki Rahmat,” terang Iptu Herman, Kanit Turjawali Satlantas Polrestabaes Palembang.(dho)

Komentar

Berita Lainnya