oleh

5 Oknum Satgas PPKM Covid-19 yang Pungli Rp 50 Ribu Terancam Pasal Pemerasan

SUMEKS.CO – Lima oknum satuan tugas (Satgas) PPKM Covid-19 yang diketahui sebagai pegawai honorer di Kabupaten Ogan Ilir terancam pasal pemerasan oleh penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel.

Polisi akan menjerat kelima pelaku dengan dugaan Pasal 386 KUHP tentang pemerasan. “Dengan ancaman kurungan 8 tahun penjara,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK melalui Kasubdit Kamneg AKBP M Haris, kepada awak media Kamis (22/7) siang.

Mereka sebelumnya diringkus Ditreskrimum Polda Sumsel. Aksi pungutan liar (Pungli) di gerbang pintu Tol Keramasan Ogan Ilir, direkam oleh salah seorang sopir truk angkutan barang.

Aksi ini kemudian viral di media sosial termasuk pemberitaan di telivisi nasional saat lima oknum tersebut melaksanakan pengamanan dan penyekatan di Pos PPKM Covid-19, Rabu (21/7) sore.

Aksi salah satu oknum satgas yang meminta uang dengan sopir yang videonya viral. Foto : tangkapan layar

Kelima pelaku itu yakni, Budiono (22), pegawai honorer BPBD, Ogan Ilir, warga Jl Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Apri Ridho (27), pegawai honorer Sat Pol PP Ogan Ilir, warga Jl Simpang Sawit, Kampung , Kecamatan Tanjung Seteko, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Lalu Nur Kholis (21), pegawai honorer Sat Pol PP Ogan Ilir, warga Jl Kemuning, Dusun III, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Heriyanto (39), pegawai honorer Dishub Ogan Ilir, warga Jl GHA Bastari, Kecamatan 8 Ulu, Palembang, dan M Nanda Putra (19), pegawai honorer Dishub Ogan Ilir, warga Jl Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

“Kita masih mintai keterangan dan mereka membuat surat pernyataan di atas materai. Mereka menyadari dan sangat malu dan meminta maaf karena apa yang menjadi arahan pimpinan baik di tingkat pusat dan daerah dalam situasi saat ini,” ujar Haris.

Dari kelima pelaku ini, Haris menyebut dari oknum Dishub Ogan Ilir yang juga ikut diamankan hanya diberi Rp 20. Pelaku utamanya hanya dua orang. “Sebenarnya ada dua pelaku saja, yang lain hanya diberi uang Rp 20 ribu,” terang Haris tanpa menyebutkan nama oknum tersbeut.

Komentar

Berita Lainnya