oleh

5 Petinggi KAMI Jadi Tersangka, Polri: WA-nya Ngeri

SUMEKS.CO- Bareskrim Polri telah menetapkan 5 orang dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai tersangka. Mereka diduga telah membuat hasutan untuk menyebabkan unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja menjadi anarkis.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, penetapan tersangka ini atas dasar hasutan yang dibuat mereka dianggap sangat provokatif. Akibatnya masyarakat yang tidak tahu kebenarannya akan langsung termakan oleh hasutan tersebut.

“Kalau rekan-rekan membaca WA-nya ngeri. Pantas kalau di lapangan terjadi anarki itu mereka masyarakat yang tidak paham betul, gampang tersulut,” kata Awi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10).

Kendati demikian, Awi tak merinci hasutan seperti apa yang dibuat oleh anggota KAMU ini. “Bisa catat garis besarnya memberikan informasi yang membuat rasa kebencian dan permusuhan terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA dan penghasutan tentang pelaksanaan demo Omnibus Law berakibat anarkis,” ucapnya.

“Mereka memang direncanakan sedemikian rupa untuk membawa ini, membawa itu, melakukan pengerusakan itu ada jelas semua terpapar jelas,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) semakin banyak yang ditangkap. Sampai dengan Selasa (13/10) siang, sudah ada 8 orang yang diamankan karena diduga membuat hasutan agar demo menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja menjadi anarkis. Sebagian besar dari 8 orang yang diamankan diduga berasal dari KAMI.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, 8 orang ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Yakni di Medan, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

“Yang ditangkap tim Siber Bareskrim, Medan KAMI, Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Kingkin,” ucapnya.(jawapos/jpg)

Komentar

Berita Lainnya