oleh

514 Kabupaten/Kota Tersambung Internet

-Tekno-87 views
SUMEKS.Co- JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan Proyek Palapa Ring secara keseluruhan telah resmi beroperasi. Diakuinya, untuk Palapa Ring Timur, selama masa konstruksi, ditemukan berbagai hambatan dan tantangan karena kondisi geografis yang tidak menentu. Misalnya, di daerah pegunungan Papua sehingga target penyelesaiannya baru selesai di bulan Agustus 2019.

”Bapak Presiden kami laporkan hari ini sebetulnya peresmian palapa ring, tapi Palapa Ring Barat sebetulnya sudah selesai tahun lalu, Palapa Ring tengah sampai di provinsi Maluku sudah selesai di awal tahun,” kata Menteri Rudiantara saat menyampaikan laporan pada peresmian pengoperasian Palapa Ring di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (14/10).

”Palapa ring timur ini khususnya yang mencakup Papua, Maluku, NTT sampai ke Kabupaten Rote Ndao, rencana awalnya pada akhir kuartal kedua, namun di Papua kondisi geografisnya tidak memungkinkan kami untuk tepat waktu hingga baru selesai Agustus kemarin,” jelas Rudiantara.

Dengan peresmian Proyek Palapa Ring atau juga disebut Tol Langit ini, menurut Menkominfo, mulai saat ini dari 514 kabupaten/kota, tidak ada yang tidak dihubungkan dengan jalan tol (Palapa Ring). Kecepatan Tinggi Menkominfo Rudiantara mengatakan, Palapa Ring yang lebih dikenal dengan sebutan ”Tol Langit” ini telah memberikan layanan komunikasi kepada seluruh masyarakat di Indonesia, melalui internet kecepatan tinggi.

Pemanfaatan Palapa Ring sendiri, tambahnya, akan lebih dirasakan oleh masyarakat di daerah-daerah pelosok. Hal tersebut, lanjut Rudiantara, membuktikan komitmen pemerintah yang tidak melihat Jawa Sentris, tetapi Indonesia Sentris.

”Di Papua kami membangun di 30 kabupaten/kota baru yang tidak ada jaringan tulang punggung atau backbone internet kecepatan tinggi. Jadi, Palapa Ring itu adalah seperti jalan tol untuk internet kecepatan tinggi,” sambung Rudiantara. Untuk itu, Rudiantara menyampaikan terima kasih kepada seluruh ekosistem yang berperan dan berkomitmen menyelesaikan Palapa Ring dalam lima tahun terakhir.

Sementra itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa teknologi digital sekarang ini telah menerobos batasan jarak, menerobos batasan waktu. Komunikasi pengiriman informasi, lanjut Presiden, bisa dilakukan sangat cepat tanpa kendala jarak dan waktu.

”Ada smartphone, ada smartwatch yang bisa terhubung dengan smart home, smart office, dan smart-smart yang lain-lainnya. Semuanya bisa mengumpulkan data tanpa pemakainya menyadari bahwa dia sedang menyumbang data-data,” kata Presiden saat peresmian.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat berhati-hati karena riet perilaku manusia bisa diambil dari sini. Perilaku bangsa Indonesia, lanjut Presiden, bisa ketahuan, perilaku satu kabupaten, satu provinsi, atau satu negara bisa ketahuan dari sini. Ia menambahkan bahwa hal itu bisa dilakukan dengan sangat mudah, bisa real time.

”Riset pasar, orang Papua senangnya apa tahu, Maluku senangnya apa tahu, orang Kalimantan senangnya apa tahu, orang Jawa senangnya apa tahu dari sini. Sehingga gampang, apa yang harus saya jual ke sebuah provinsi, apa yang harus saya jual ke sebuah kabupaten,” terangnya.

Presiden Jokowi mengingatkan hati-hati dengan ini. “Jangan sampai data kita, selera konsumen, selera pasar diketahui oleh negara lain sehingga mereka bisa menggrojoki kita dengan produk-produk sesuai dengan selera yang kita inginkan,” tegasnya.

Pemerintah pun, lanjut Presiden, bisa memanfaatkan big data tersebut untuk melakukan telaah kebijakan. Sebagai contoh, tambah Presiden, adanya aplikasi regulation technology yang bisa membantu pemerintah menjajaki rencana kebijakan dan menghitung risiko-risikonya. ”Dengan kata lain, banyak manfaat bisa kita ambil dari konektivitas digital ini,” tutur Presiden.

Akan Cek Lokasi Terkait Palapa Ring itu, Presiden Jokowi mengatakan, memang yang paling berat, agak mundur memang di Indonesia Bagian Timur. Karena medannya, tambah Presiden, terutama di Papua, medannya sangat berat sekali, dan tidak semua yang ada di Papua menggunakan fiber optic, baik di laut maupun di darat.

”Banyak yang memakai antena besar, memakai microwave, beberapa kabupaten. Dan membawanya itu ke tempat-tempat yang ingin didirikan menaranya juga tidak mudah. Inilah kesulitan lapangan di Indonesia,” terang Presiden.

Kini setelah peresmian Palapa Ring, Presiden Jokowi berjanji akan mencek langsung kualitas sambungan internet. Kalau nanti ke Wamena, Biak, atau ke Nabire, Presiden berjanji akan cek lagi bener ndak sih ini. ”Karena kalau ke sana pasti, apa ke Rote Ndao di NTT juga ininya komplainnya, keluhan dari masyarakat. Pak, ini di sini lemot banget Pak. Ya ini mau saya coba, bener ndak laporannya Pak Menteri,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan, peemerintah berkomitmen untuk menuntaskan Palapa Ring sebagai infrastruktur tol langit. Kalau ada tol jalan tol darat, sambung Presiden, ini ada tol langit. ”Inilah nanti yang akan menyatukan negara kita Indonesia karena dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote semuanya bisa tersambung, bisa berbincang-bincang, bisa saling mengenal di antara kita,” ucap Presiden. (fin/ful)

Komentar

Berita Lainnya