oleh

52 Hakim Disanksi, Salah Satunya Ketua PN Palembang

PALEMBANG – Dilansir dari situs Mahkamah Agung (MA), Senin (19/10) sepanjang September 2020 sebanyak 52 hakim seluruh Indonesia disanksi. Itu terjadi larena adanya sejumlah pelanggaran kode etik terkait profesi.

Sanksi yang diberikan itu termasuk yang tertinggi sepanjang tahun 2020, dari 52 sanksi itu diantaranya 1 hakim disanksi hukuman etik berat, 8 hakim sanksi etik sedang dan 43 hakim sanksi etik ringan.

Untuk yang diberi sanksi berat adalah hakim berinisial DS yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Wsb. Hakim DS dinilai melanggar prinsip berperilaku adil, berperilaku jujur, serta berperilaku arif dan bijaksana. Hakim DS juga dinilai melanggar prinsip menjunjung tinggi harga diri.

Sementara itu, Ketua PN Palembang berinisial BS juga tak luput dari jerat sanksi MA berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.

“Pihak kita selaku humas PN Palembang belum mengetahui secara detail info itu, nanti saya konfirmasi lebih lanjut termasuk kepada pak ketua PN langsung,” kata Abu Hanifah,  salah satu humas PN Palembang saat dikonfirmasi Senin (19/10).

Saat SUMEKS.CO mencoba konfirmasi kebenaran informasi itu kepada BS selaku Ketua PN Palembang belum berhasil ditemui tidak berada di tempat.

“Untuk saat ini pak ketua lagi tidak berada di tempat, untuk wawancara dengan pak ketua diharapkan untuk mengisi form yang disediakan terlebih dahulu,” ujar petugas keamanan PTSP PN Palembang. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya