oleh

6.000 Ton Beras Bulog Rusak, Siapa Salah?

BATURAJA – Pasca 6.000 ton beras Bulog rusak terkuak di penyimpanan gudang OKUT, DPRD OKU, memanggil manajemen Subdivre Bulog OKU, Jumat (8/2). Di depan anggota lintas Komisi DPRD OKU, pihak Bulog akui beras yang disebut rusak sudah tidak layak dikonsumsi.

“Kita ingin tahu penyebab 6.000 ton beras ini kondisinya rusak,” kata pimpinan rapat, Yopi Syahrudin. Hadir anggota DPRD OKU lain, Ir H Saifudin (Komisi III), Medi Idris (Komisi I), Marjito. Menurut Yopi, jumlah 6.000 ton tidak sedikit. Sedangkan beras sebanyak itu hanya ditumpuk sampai rusak.

Kepala Subdivre Bulog OKU, Deni Laksana Putra menyampaikan, beras yang rusak merupakan pengadaan tahun 2015-2017. Disebutnya beras yang sudah turun mutu disimpan di beberapa gudang Bulog seperti Gudang Trukis, Sukarami, Kabupaten OKU Timur.

Deni menyebut penumpukan terjadi lantaran penugasan dari pemerintah pusat dalam pemenuhan target penyerapan. Tetapi realisasi penjualan tidak mendukung, karena penyaluran beras raskin berkurang disebabkan penetepan pagu berkurang. Padahal penyimpanan beras sebetulnya tidak lebih dari 4 bulan.

Dikatakannya, persoalan beras 6.000 ton yang rusak sudah disampaikan ke manajemen Bulog di pusat. “Kita menunggu petunjuk. Apakah akan dilelang seperti untuk pakan ternak, atau dimusnahkan,” ujarnya. (bis)

Komentar

Berita Lainnya