oleh

6.000 Ton Beras Busuk di Gudang Bulog OKU Timur

-Headline, Sumsel-1.995 views
BATURAJA – Terkait 6000 ton beras busuk dan kutuan yang ditemukan oleh tim Serapan Gabah (Sergap) TNI AD membuat anggota DPRD Geram.

Anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) akhirnya mendatangi Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) OKU  di Terukis Rahayu, Martapura, OKU Timur.

Saat masuk ke dalam gudang penyimpanan beras, anggota DPRD OKU mengaku kaget melihat kondisi beras.

“Masya Allah, zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU Raya ini,” ujar anggota Komisi I DPRD OKU, Yopi Sahrudin.

Bulog membiarkan beras ini membusuk di gudang, kutuan dan sudah menjadi bubuk.

“Alangkah sayangnya barang (beras,red) sebanyak ini dibiarkan membusuk,” cetus Yopi lagi.

Tampak diantara tumpukan karung beras tersebut tertulis beras turun mutu. “Kalo ini bukan turun mutu lagi, ini hancur mutu namonyo,” ujar Yopi.

Politisi partai Demokrat ini mengaku prihatin, marah dan kesal dengan temuan beras yang bukan lagi turun mutu tapi rusak berat tersebut.

“Belum lagi anggaran yang disia-siakan oleh pihak Bulog dengan tertimbunnya beras ini,” keluhnya.

Pihaknya akan segera memanggil pihak Bulog untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Kita mau tahu apa penyebabnya beras tertimbun sebanyak ini. Bulog harus bertanggung jawab,” katanya.

Sementara Muksin, kepala gudang I Bulog Terukis Rahayu mengaku hanya menjaga gudang saja.

“Soal yang lain, lebih jelasnya silahkan tanya dengan Kepala Bulog,” kilahnya.

Menurutnya, gudang Bulog Terukis Rahayu menampung  3.000 ton beras tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018.

“Beras ini pembeliannya dengan mitra bulog FH dan BR seharga seharga Rp, 8000,” ungkapnya.

Mukhsin juga membenarkan ada  6000 ton beras busuk.

“Di gudang kita 3000 ton, sisanya ada di gudang Belitang dan gudang lainnya,” jelasnya.

Temuan anggota DPRD,  ternyata di gudang Martapura ini tak hanya 3000 ton beras busuk, tapi juga 200 ton gula pasir diduga kadaluarsa.

Diketahui, ribuan ton beras busuk ini hasil temuan Tim Sergap Mabes TNI.

Tim memeriksa gudang Bulog di Kabupaten OKU Timur milik Bulog Sub Divre Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dalam pemeriksaan didampingi Dandim 0403 OKU, tim Sergap mendapati ribuan ton beras rusak dan membusuk di lokasi gudang tersebut.

Dandim 0403, Letkol Arm. Agung Wisoso saat dikonfirmasi mengatakan, beras busuk itu pengadaan tahun 2015.

“Tinggal menunggu lelang. Tidak ada masalah dengan beras tersebut, karena sudah ada tersangkanya dan sudah dipenjara,” ungkap Dandim.

Kepala Sub Divre Bulog OKU, Deni Laksana Putra saat dikonfirmasi Kamis (24/1) membenarkan jika ada 6000 ton beras busuk tertimbun di gudang Bulog.

Kata Deni beras tersebut masih dalam proses lelang. Namun pihaknya masih tersandung aturan mainnya.

“Nanti tidak ada orang sini yang ikut lelang, biarkan orang luar saja yang ikut, tapi khusus untuk pakan ternak saja,” kata Deni. (win/pur/jpg)

Komentar

Berita Lainnya