oleh

Cabuli Bocah, Salpani Masuk Bui

SUMEKS.CO – Salpani (46), warga Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tak patut ditiru.

Pasalnya, pria yang kesehariannya sebagai pedagang tersebut tega menggauli Bunga (nama samaran) anak yang kini masih duduk di kelas 4 SD berusia 12 tahun, yang tak lain teman bermain anak kandungnya sendiri.

Tersangka ditangkap, Minggu (13/10) sekitar pukul 09.00 WIB, saat dirinya sedang berada di rumahnya. Berawal saat Unit Reskrim Polsek Talang Ubi menerima laporan dari pihak korban, sehingga langsung dilakukan penangkapan.

Kejadian tak bermoral itu berlangsung, Minggu (6/10) sekira pukul 08.00 WIB saat korban bermain bersama anak pelaku di rumahnya.Saat korban bermain tiba-tiba pelaku menyuruh anaknya untuk keluar mencari sikat gigi.

Ketika anak pelaku keluar, lalu pelaku menarik tangan korban dengan kuat ke dalam kamar rumah pelaku, kemudian pelaku menggulingkan korban di atas kasur dan pelaku pun menyetubuhi korban, setelah itu pelaku memberi korban uang sebesar Rp2 ribu.

Selanjutnya korban bermain lagi dengan anak pelaku, sekitar 10 menit kemudian, anak pelaku berkata kepada korban bahwa dirinya mau buang air besar. Saat anak pelaku sedang buang air besar, nafsu bejat pelaku kembali merasuki pikirannya, lalu mengulangi lagi perbuatannya menyetubuhi korban.

Bukan hanya sampai disitu, pelaku mengulangi perbuatannya kembali pada Rabu (11/10) sekira pukul 17.30 WIB saat korban sedang bermain dengan anak pelaku ditempat yang sama.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan, melalui Kanit Reskrim Ipda M Arafah membenarkan adanya kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, dan kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Talang Ubi.

“Tersangka sudah kita tangkap di rumahnya. Tersangka kita amankan berdasarkan laporan korban dengan bukti LP/B/246/X/2019/Sumsel/Res M. Enim/Sek Tlg ubi, tgl 13 Oktober 2019,” jelasnya.

Dikatakanya, bahwa pelaku akan dikenakan pasal pasal 82 Ayat (1) UU RI No. 17 Th 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Th 2002. “Tentang Perlindungan Anak hukumannya diatas 20 tahun penjara,” terangnya.

Sementara dari pengakuan pelaku Salpani mengatakan, bahwa perbuatannya tersebut telah dilakukannya sebanyak empat kali. “Aku khilaf pak, aku menyesal atas apa yang telah aku perbuat,” kilahnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya