oleh

64 Tim Berkompetisi di Ajang Piala Presiden Esport 2019

-Video-1 views

PALEMBANG – Cabang olahraga Esport mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun ini, ditandai dengan pertumbuhan pemain profesional serta maraknya turnamen, liga maupun kompetesi Esport. Sebagai sebuah industri yang relatif baru, Esport memiliki banyak potensi dan peluang yang dapt dimaksimalkan. Untuk mendukung perkembangan Esport mencari bibit-bibit baru atlit Esport, maka kantor Staf Presiden, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Ekonomi Kreatif bersama-sama menyelenggarakan turnamen Piala Presiden Esport 2019 yang dalam penyelenggaraannya diadakan oleh IESPL.

VP IESPL dan Head of Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019 Rangga Danu Prasetya untuk merebutkan titel jawara pada games Mobile Legends (ML). Satu tim jawara ini jugalah, yang akan menjadi perwakilan regional untuk babak Grand Final Piala Presiden Esport di Istora Senayan Jakarta 30-31 Maret mendatang. Piala Presiden Esport 2019 merebutkan hadiah Rp1,5 Miliar.

“Dari 8 pemenang dari tiap-tiap jawara tim regional (lima peserta) akan dibawa ke Jakarta. Selain itu juga kita buat kualifikasi terbuka untuk pro tim dari 8 tim di luar dari kualifikasi regional sehingga ada 16 tim akan melaju ke babak grand final di Istora Senayan,” ungkap Rangga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan positif Esport sebagai wadah yang mengakomodir penyaluran hobi anak muda saat ini.Penilaian Yusuf, esport sudah mulai condong disebut atlet dan bahkan profesi, meskipun hanya bermain game.

“Sama seperti cabor catur. Kalau Catur, butuh waktu beberapa menit untuk mengambil langkah. Tapi kalau ini butuh waktu sepersekian detik,” tuturnya.

Senada dengan Kadispora Sumsel, Bayu Rahadian Depuri Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora RI mengatakan, dalam esport ini menjunjung tinggi nilai-nila olahraga seperti kerjasama, ketangkasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan.

“Kita sepakat in menjadi industri. Olahraga ini menjadi profesional, karena menerapkan disiplin dalam bermain, dan memiliki value-value olahraga,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, saat ini esport sudah memiliki wadah yang menaunginya, yaitu IESPA. Dimana, lembaga tersebut masih berada di bawah Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) KONI Pusat. “Karena itulah. Kita tetap mendukung agar mereka dapat berdiri sendiri, seperti PSSI kalau di Sepakbola, agar lebih cabor ini sendir terus berkembang secara profesional,” pungkasnya. (tj/cj11/sumeks.co)

 

Komentar

Berita Lainnya