oleh

12 Kendaraan Pemkab Empat Lawang Bakal Dilelang

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat lawang akan melelang aset daerah, berupa kendaraan roda dua dan roda empat serta alat kantor. Sebelumnya, Pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang sudah menerima usulan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki aset untuk dilelang.

Saat ini proses pelelangan aset tersebut sudah sampai pada tahap pengecekan fisik oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lahat. “Iya, lelang tahun ini adalah yang kedua kalinya kita bekerjasama dengan KPKNL Lahat untuk melakukan pengecekan aset – aset yang akan dilelang,” kata Kabid Aset BPKAD Meli Junita melalui Kasi Pemanfaatan dan Pengamanan Aset Timotius Diliarico.

Dikatakannya, aset yang dicek oleh KPKNL Lahat diantaranya kendaraan roda empat sebanyak 8 unit dan kendaraan roda dua sebanyak 4 unit, serta 482 jenis alat kantor dari 11 OPD.

“Kita akan upayakan awal Desember sudah mulai dibuka lelangnya. Jadi masyarakat bisa bebas untuk mengikuti lelang sesuai dengan minat terhadap aset yang dilelang baik mobil, motor ataupun alat kantor seperti kursi , meja , AC dan sebagainya,” jelasnya.

Masih dikatakan Timotius, pihaknya akan berencana untuk menjadikan lelang aset menjadi agenda tahunan yang setiap tahunnya diadakan oleh Pemkab.

Bambang Santoso Ketua Tim Penilaian KPKNL Lahat menjelaskan, pihaknya saat ini melakukan pengecekan fisik terhadap aset yang diusulkan oleh pemkab Empat Lawang apakah memang benar sudah rusak sehingga harus dilelang.

“Salah satu tujuan kita melakukan cek fisik ini ialah untuk memberikan opini nilai wajar yang nantinya jadi patokan pemerintah untuk menentukan harga lelang,” katanya.

Bagi masyarakat lanjutnya, yang ingin menjadi peserta lelang cukup mudah karena lelang tersebut dibuka melalui online agar setiap masyarakat dimanapun bisa mendaftar dan mengurangi adanya praktek-praktek yang tidak sehat dalam proses lelang.

“Lelang ini sangat terbuka dengan masyarakat, bukan hanya yang tinggal di kota melainkan juga yang tinggal di pelosok, asalkan memiliki smartphone pasti bisa dengan cara mendownload aplikasi ‘Lelang Indonesia’ dan membuat akun,” jelasnya.

Kalau sudah memiliki akun lanjut Bambang, masyarakat sudah bisa bebas mengikuti lelang dan sebagai jaminan masyarakat biasanyakan diminta uang jaminan sebesar 20 sampai 50 persen dari jumlah nominal harga barang.

“Harapan kami lelang ini benar – benar jadi milik masyarakat, jadi Jangan khawatir bagi peserta lelang yang kalah uang jaminan akan dikembalikan,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya