oleh

Mobil Rombongan Peserta Apel Hari Guru Kecelakaan

-Headline-381 views

Kabar duka datang dari keluarga besar SMPN 1 Sumberbaru, Jember di tengah peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019.

Saat sekolah-sekolah lain menyiapkan apresiasi terbaik untuk para guru, sekolah tersebut saat ini tengah berkabung yang mendalam atas kecelakaan yang menimpa belasan guru sekolah saat hendak mengikuti apel pagi HUT PGRI di Surabaya, Minggu (24/11).

Mobil Isuzu Elf bernopol N 7259 UA, kendaraan yang membawa rombongan guru dari Jember yang dikemudikan Muhammad Sueb (38) warga Dusun Krajan Kidul, RT 003 RW 002, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, ini mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 822.

Kendaraan yang memuat pahlawan tanpa tanda jasa ini tiba-tiba oleng ke arah kiri karena pengemudi kehilangan kendali, sehingga menabrak guard rail yang mengarah ke pintu keluar Tol Wringin Anom, Tongas, Probolinggo.

Akibat kecelakaan tersebut, Atok Subuh Yulianto (42), warga Perumahan Ranupakis RT 003 RW 013, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, meninggal dunia.

Sejak mendengar kabar bahwa mobil rombongan guru dan Kepala SMPN 1 Sumberbaru mengalami kecelakaan, warga langsung mendatangi rumah korban sejak pagi.

Bahkan, beberapa guru yang memang tidak ikut ke Surabaya langsung bertolak ke Probolinggo demi melihat langsung kondisi korban meninggal dan luka-luka.

Ratusan warga, kerabat, dan keluarga Atok yang menunggu di rumah duka tak henti-hentinya mengiringi jenazah Atok dengan lantunan doa dan isak tangis ketika diturunkan dari mobil jenazah. Demikian pula dengan puluhan siswa SMPN 1 Sumberbaru yang datang ke rumah korban.

Atok yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala SMPN 1 Sumberbaru ini memang dikenal sebagai sosok yang sabar dan lucu. Tiap kali mengajar siswanya, suasana ruang kelas selalu penuh dengan canda tawa.

Tak heran jika banyak orang yang merasa kehilangan dengan kepergian sosok guru yang santun dan periang ini. Salah satunya Erwin Hariyono, guru IPA kelas VII dan VIII.

Dia mengenang percakapan pendek pada suatu sore di hari Sabtu, sehari sebelum kejadian, yang mereka lakukan di sekolah.

“Beliau sempat bilang sambil memukul pundak saya, enak awakmu nggak melok nang Suroboyo (enak kamu tidak ikut ke Surabaya),” kenangnya menirukan ucapan korban.

Selain Atok, 13 guru lainnya yang ikut dalam satu mobil dirujuk ke IGD RSUD dr Soetomo Surabaya, IGD RS Syaiful Anwar, dan IGD RSUD dr Soebandi Jember dengan menggunakan empat ambulans.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, saat terjadi kecelakaan Minggu (24/11) pukul 04.00, semua penumpang rata-rata sedang dalam kondisi tidur.

Setelah mobil menabrak guard rail, korban yang masih sadar langsung berhamburan menyelamatkan diri. Bahkan, Atok juga sempat keluar dari jok setelah ditolong oleh penumpang bus.

Ironisnya, pada saat-saat itulah, penyakit asma yang diderita Atok kambuh. Korban sempat mencari tas yang terlempar dari mobil untuk mencari obat semprot. Akibat penyakitnya inilah, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Sementara itu, Heru Sihpanarimo, Kepala SDN Jatiroto 03, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, rombongan memang ada yang menggunakan bus dan mobil.

Sebab, rencananya apel di Surabaya ini akan diikuti oleh anggota PGRI se-Kabupaten Jember. Tak kurang dari 2 ribu peserta berangkat dengan 31 bus dan beberapa kendaraan lainnya.

Untuk rombongan PGRI dari SMPN 1 Sumberbaru, kata dia, memang menggunakan mobil tersendiri karena jumlah guru yang ikut cukup banyak.

Informasi kecelakaan tersebut baru dia terima setelah tiba di Surabaya, dan langsung kembali lagi ke Probolinggo.

“Saya baru tahu kalau mobil rombongan anggota PGRI dari SMPN 1 Sumberbaru ini kecelakaan setelah dihubungi teman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Jember Supriyono saat dihubungi melalui telepon belum bisa dikonfirmasi. (jawapos/pojoksatu.id)

Komentar

Berita Lainnya