oleh

73 Pelanggar Bersihkan Fasum

PRABUMULIH – Prabumulih, sekarang ini mau menuju new normal. Agar bisa terwujud, jelas bergantung dengan keberhasilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan sejak 27 Mei silam dan berakhir pada 9 Juni mendatang.

Hal itu ditegaskan Kordinator PSBB, Drs Mulyadi Musa MSi kepada awak media, kemarin (2/6). “Kalau mau new normal, memang PSBB harus berhasil. Jadi memang, new normal memang tergantung hasil penerapan PSBB,” tukas Mulyadi.

Sambungnya, adanya PSBB ini kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan semakin meningkat. Khususnya, pemakaian masker, jaga jarak, rutin cuci tangan dan lainnya.

“Selama tiga hari, penerapan sanksi PSBB. Ada 508 teguran lisan kepada kendaraan luar, memaksa masuk dalam kota. Lalu, 73 pelanggar karena tidak pakai masker dikenakan pembersihan fasilitas umum (Fasum) selama tiga hari penerapan sanksi,” jelasnya.

Ungkapnya, ada beberapa pelanggar memilih membayar denda ketimbang memberikan fasum seperti diatur dalam Peraturan Walikota (Perwako) No 49/2020.

“Denda dikenakan Rp 50 ribu dan maksimal Rp 100 ribu, yah kalo tidak mau membersihkan fasum jelas ada denda lain berupa membayar denda,” sebutnya.

Lanjutnya, untuk pelanggar mobil luar kota. Selain teguran lisan, juga kendaraan diputar balik ke Jalan Lingkar atau jalan alternatif.

“Sudah jelas aturannya, kendaraan luar diarahkan ke jalur alternatif. Guna memutus mata rantai Covid-19, dalam rangka PSBB,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya