oleh

75 Kali Aksi, Gembong Jambret Ditembak Polisi

SUMEKS.CO – Seorang gembong jambret sebanyak 75 kali yang beraksi di Palembang, dilumpuhkan aparat Unit 2 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, usai menjambret seorang korbannya yang ternyata seorang Polisi Wanita (Polwan).

Saat itu, Jumat (21/3/2020), korban sedang melintas di Jl Angkatan 45, Kecamatan IT I, Palembang. Setelah korban melaporkan kejadian tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Diketahui tersangka bernama Bayu Saputra (24) alias Bayu Petak.

“Saat kita intrograsi ternyata tersangka ini sudah puluhan kali melakukan aksinya. Salah satunya angota Polri yang menjadi korbannya,” terang PS Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi SIK MH didampingi Kanit 2 Kompol Bachtiar SH saat merilis tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Selasa (24/3/2020).

Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi menunjukkan catatan TKP aksi jambret 75 kali yang dilakukan tersangka Bayu dan dua temannya yang kini masih DPO. foto : edho/sumeks.co

Tersangka Bayu tangkap di tempat persembunyiannya, di Jalan Taqwa, Mata Merah, Kecamatan Kalidoni Senin (23/3). Tersangka bersama dua orang temannya yang kini masih DPO, sudah menjambret di Jl Rajawali, Jl Veteran, Jl Slamet Riyadi Boom Baru, Jl Mayor Ruslan, Jl Sudirman, Jl RE Martadinata Lemabang, dan Jl Jenderal Bambang Utoyo.

“Tersangka Bayu ini bersama dua temannya Rizki dan Arbian yang masih dalam pengejaran kita. Mereka berkeliling dengan sepeda motor, korbannya yang sedang berdiri di pinggir jalan yang sedang memainkan handphone (Hp)-nya,” kata Suryadi.

Bahkan, sambung Suryadi, saat beraksi tersangka selalu mengingkatkan badannya agar tidak terjatuh saat sepeda motor miring. “Dan motor yang digunakan selalu part body motornya diubah-ubah biar tidak mudah dikenali oleh korban,” tandasnya.

Resedivis dengan kasus yang sama ini, selalu melakukan aksinya pada siang dan malam hari. “Pernah menjalani hukuman. Bebas pada Juli 2019 lalu, sampai saat ini sudah 75 kali melakukan jambret,” jelasnya.

Suryadi juga mengimbau kepada warga yang pernah menjadi korban jambret di TKP yang disebutkan oleh pelaku agar segera melaporkannya.

Kepada polisi, Bayu mengaku, hanya sebagai pilot yang membawa sepeda motor Honda Beat. Sedangkan yang membawa motor temannya Rizki.

“Nyari korban yang sedang berdiri di pinggir jalan atau yang sedang mainke Hp. Tugas aku yang bawak motor bae. Yang narik Hp Rizki. Aku idak tahu yang terakhir kami jambret kemarin tuh polisi Pak. Nah biar motor idak dikenali motor kami ubah part body dengan warna yang lain Pak,” terang Bayu.

Hasil jambret, dijual ke penadah dengan harga bervariasi tergantung dari Hp yang didapat. “Pernah dapat Hp bagus dan dijual seharga Rp1,5 juta. Rencana duit yang aku kumpuli itu untuk tambahan biaya kawin bulan 6 habis lebaran kagek. Dan calon istri aku jugo sudah tau kalu aku ditangkap polisi,” ungkap Bayu meringis menahan sakit luka tembak di kakinya.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya