oleh

8 Desa dan Kelurahan di Ogan Ilir Dilarang Gelar Salat Ied, 233 Lainnya dengan Catatan

UMEKS.CO, OGAN ILIR – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah menetapkan bahwa delapan Desa dan Kelurahan dilarang menggelar salat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Adapun delapan desa dan kelurahan tersebut, yakni, Kelurahan Indralaya Mulya (Kecamatan Indralaya), Kelurahan Timbangan dan Desa Tanjung Pering (Kecamatan Indralaya Utara), Kelurahan Tanjung Batu, Desa Tanjung Tambak dan Desa Seri Bandung (Kecamatan Tanjung Batu), Desa Talang Pangeran Ulu (Kecamatan Pemulutan Barat), serta Desa Tangai (Kecamatan Rambang Kuang).

“Nanti kita akan keluarkan surat edarannya. Artinya, delapan desa dan kelurahan tersebut hanya boleh melaksanakan salat Ied di rumah. Ini dengan berat hati kita putuskan,” ungkap Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, usai rapat penanganan Covid-19 di Tanjung Senai, Selasa (4/5).

Menurut Panca, ditetapkannya delapan desa dan kelurahan tersebut harus melaksanakan salat Ied di rumah berdasarkan catatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ogan Ilir, merupakan daerah dengan risiko penularan Covid-19 cukup tinggi.

“Oleh karenanya, kami mengantisipasi agar tidak terjadi penularan Covid-19 di daerah-daerah tersebut,” lanjut Panca.

Adapun 233 Desa dan Kelurahan di Ogan Ilir lainnya, meskipun diperbolehkan melaksanakan salat Ied di masjid, kapasitasnya akan dikurangi 50 persen.

“Ada pembatasan kapasitas atau jumlah jamaah salat Ied di masjid, selain delapan daerah tadi. Ini kita upayakan ibadah benar-benar jaga jarak untuk mencegah potensi penularan,” tegas Panca.

Ia juga mengimbau masyarakat Ogan Ilir untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini. Hal ini menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.(ety)

Komentar

Berita Lainnya