oleh

Ada Peran Anak Muda Lombok di Balik Menterengnya Sirkuit Mandalika

SUMEKS.CO, LOMBOK TENGAHSirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun depan. Sirkuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Desa Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu masuk dalam jajaran tempat balapan kelas dunia. Di balik menterengnya Sirkuit Mandalika itu, ada andil besar tangan ahli putra daerah. Salah satunya Muhammad Awalutfi Andika Putra.

Dika, begitu putra NTB kelahiran 1990 itu disapa, orang yang sangat teliti dalam pekerjaannya. Dia tak mau ada kekeliruan sekecil apa pun di Sirkuit Mandalika. Suatu ketika, Dika pernah meminta service road dibongkar sepanjang 80 meter lantaran terlalu curam. Maka jalan yang sudah siap tersebut dibongkar kembali. Disesuaikan lagi.

Alumnus S2 Teknik Sipil ITS Surabaya itu harus memastikan setiap sambungan di sirkuit benar-benar harus halus.

Di sisi lain, Dika adalah figur yang ramah. Direktur Strategi dan Kominikasi MGPA Happy Harianto menyebut Dika adalah putra daerah yang memiliki semangat kerja keras, etos tinggi, dan kesungguhan.

Lombok Post menemui Dika di sela-sela aktivitasnya yang padat. Dika mudah dikenali di lapangan. Sebab, ke mana-mana dia menenteng meteran gulung.

“Saya mulai bekerja di ITDC September 2017,” kata Dika.

Semua bermula saat proyek awal KEK Mandalika dimulai. ITDC membutuhkan tenaga lokal yang terampil dan punya keahlian berkaitan dengan konstruksi. Sehingga Dika pun ditugaskan di Project Bisinis Support kala itu.

Namun, 2018 ia pindah ke Project Manajemen Officer. Sebelum bekerja di ITDC, Dika lebih dahulu menjadi pekerja di salah satu perusahaan konstruksi ternama. Pada Januari 2020, Dika pindah ke MGPA selaku tecnical advice dan konstruksi sirkuit. Ia bekerja di bawah Direktorat Konstruksi dan Pengembangan MGPA.

“Saya membantu Direktur Dwiyanto Eko Winaryo,” ucapnya.

Pada Direktorat Konstruksi dan Pengembangan MGPA, Dika ditugaskan men-deliver konstruksi sirkuit dari awal sampai akhir. Berkoordinasi dengan pihak PT PP selaku pelaksana proyek.

Sebagai user, Dika bersama sejumlah pihak bekerja siang malam memastikan proyek sirkuit berjalan sesuai rencana.

Mulai dari menyusun strukstur terkait laporan quality, gambar, metode. Ia harus menyiapkan laporan harian, mingguan, dan bulanan.

“Kami memang dari awal berkomitmen ini akan menyita banyak waktu personal maupun jam kerja. Makanya harus siap siang malam,” katanya.

Menurut Dika, ada ahli lain yang juga dari NTB, memiliki tanggung jawab besar dalam pembagunan Sirkuit Mandalika.

“Pak Suhaili. Beliau ahli aspal. Orang yang mendesain aspal Sirkuit Mandalika,” kata Dika.

Putra kelahiran Mataram itu menambahkan, secara teknik, mengerjakan aspal Sirkuit Mandalika hampir sama dengan pembangunan jalan raya. Hanya saja ada spesifikasi khusus yang harus dipenuhi sesuai standar pihak Dorna Sport.

Dika mengatakan hal yang paling sulit dalam pembangunan sirkuit ini ialah menjaga konsistensi campuran aspal dan suhu.

Untuk urusan itu, Dika bersama Direktur Dwiyanto pernah menginstruksikan dump truck yang berisi campuran aspal agar dikeluarkan dari lokasi. Sebab, suhunya drop begitu drastis.

Dika mengungkapkan Sirkuit Mandalika dibangun berdasarkan standar pembangunan jalan raya di Eropa dan menjadi acuan Dorna Sport.

Saat ini Sirkuit Mandalika sedang menunggu proses homologasi. Dika pun mengaku sangat bersyukur bisa banyak belajar dari Dorna Sports. “Selama mereka datang ke sini, kami mendapat banyak pelajaran,” tuturnya.

Dika bersyukur bisa memberi kontribusi untuk pembagunan sirkuit kelas dunia di tanah kelahirannya sendiri. “Saya dengan senang hati mau bekerja ekstra di sini, agar sirkuit ini dibangun dengan kualitas yang baik. Karena ini sirkuit masyarakat NTB,” ujar alumnus SMP 2 Mataram dan SMA 1 Mataram itu. (*/hamdaniwathoni/lombokpost)

 

Komentar

Berita Lainnya