oleh

Ada Transmisi Lokal, Disiplin Kunci Pengendalian

OKI – Jumlah kasus Coronavirus Disease (COVID-19)di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus bertambah. Berdasarkan data update COVID-19 pada Rabu malam (13/5), total 23 kasus positif di OKI.

Jumlah ini menyusul adanya penambahan 11 orang yang dinyatakan positif. Mereka berasal dari Kecamatan Kota Kayuagung sebanyak satu orang yang merupakan kasus impor dan 10 lainnya dari kecamatan Mesuji sebanyak 10 orang adalah kasus lokal.

Bertambahnya jumlah kasus lantaran semakin cepatnya alat uji di laboratorium kesehatan Palembang sehingga tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengetahui hasil tes, ditambah kerja keras tim medis yang terus melakukan Contact tracking, menjadi penentu deteksi awal. Semakin hari, semakin banyak yang dilakukan swab.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 OKI, Iwan Setiawan mengatakan, sebanyak 257 sampel telah diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dari kasus pertama kita sudah lakukan contact tracking. Jumlah sampel mencapai 257 sampel, ” ungkapnya.

Penambahan kasus ini, lanjut Iwan, merupakan tanda menuju puncak pandemik dan pada saatnya nanti pasti akan menurun. “Karenanya dibutuhkan kerjasama dan kesadaran warga untuk melawan Covid-19 ini,” cetusnya.

Dihadapan wartawan Iwan mengungkapkan bahwa Pemkab OKI melalui Gugus Tugas COVID-19 terus bekerja, bergotong-royong dan melakukan berbagai upaya yang terus dimaksimalkan, termasuk berkolaborasi dengan Satgas COVID-19 di kecamatan.

“Semuanya terus bekerja, secara bersama-sama melakukan berbagai upaya. Persoalan COVID-19 ini semata-mata bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan semua elemen juga untuk kompak melawan, yaitu dengan cara mengikuti segala anjuran yang sudah dikeluarkan pemerintah,” sarannya.

Setelah adanya kasus lokal tambahnya fisical distancing (menjaga jarak) sangat penting. Begitu juga imbauan lainnya, seperti rajin mencuci tangan, diam di rumah dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Tak kalah pentingnya, mari tetap kita saling mengingatkan (bahaya corona) dengan satu sama lainnya. Ini semua demi kebaikan bersama,” ajaknya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Alexander Bustomi menambahkan bahwa kunci dari pengendalian COVID-19 adalah gotong royong dan disiplin bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.

Gotong royong juga diwujudkan dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan COVID-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat.

“Tidak hanya peduli mengatasi COVID-19, namun juga kepedulian agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar serta adanya berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini,” katanya.

“Dan khusus Pemerintah Pemkab OKI pun juga sudah memulainya, melalui program Jaring Pengaman Sosial,” tambah dia.

Pihaknya berharap rasa kemanusiaan dan gotong royong turut ditunjukkan dengan terus membantu, tidak mengucilkan dan tidak memberikan stigma negatif terhadap tetangga yang terpapar COVID-19.

Sebaliknya dukungan moral, sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas COVID-19.

“Mari kita bersama melawan COVID-19 ini dengan cara mematuhi segala anjuran. Manakala hal itu diterapkan, maka Insya Allah semua ini akan segera teratasi. Tetap waspada, ikuti anjuran dan mari bersama melawan COVID-19, dengan kompak kita pasti bisa,” tutup Alex. (ril)

Komentar

Berita Lainnya