oleh

Ada yang Janggal dari Kematian Gadis Cantik Dimakan Buaya

-Hukum-942 views

MINAHASA – Polisi masih melakukan penyelidikan kasus kematian Deasy Tuwo yang diduga dimangsa buaya di Ranowangko Tanawangko, Minahasa, Sulawewi Utara.

Banyak petunjuk baru yang didapat petugas di lapangan, usai penemuan korban di dalam kandang buaya, Jumat (11/1) lalu. Petunjuk-petunjuk tersebut bisa menjadi celah bagi penyidik yang sedang melakukan pengembangan kasus.

Informasi dirangkum Manado Post (Jawa Pos Group) dari beberapa sumber terpercaya, menyebutkan alas kaki yang biasa digunakan korban, tempat makan buaya, berada di lokasi yang jauh dengan kandang buaya. Itu kejanggalan pertama.

Keanehan kedua, korban saat ditemukan tiga saksi Jumat pagi sudah tidak menggunakan pakaian bagian atas, padahal saat itu kondisi tubuh korban sebagian masih utuh.

Terpisah, Kapolsek Tombariri Iptu Jantje Untu menyatakan, hingga saat ini upaya pemanggilan terhadap Mr Ochiai, si pemilik buaya belum membuahkan hasil.

Penyidikan pun kata dia, fokus ke tiga pihak. Masing-masing, pemilik perusahaan, pemilik hewan, dan pemilik lahan tempat PT Tiara Indo Pearl beraktivitas.

“Sesuai dengan kebutuhan instruksi pimpinan, kami memfokuskan penyidikan ke ke tiga objek tersebut. Masih terus berproses, belum bisa kami simpulkan apakah ini benar-benar murni kecelakaan atau tidak. Karena, ada fakta-fakta baru di lapangan yang janggal,” beber dia.

Polres Tomohon belum berhenti menyimpulkan, bahwa korban diduga meninggal karenakan dimakan buaya.

Hal tersebut diungkapkan Wakapolres Tomohon Kompol Joyce Wowor.

Kata Wowor, pihaknya masih melakukan pemeriksaan ke semua pihak, yang berhubungan dengan meninggalnya korban.

“Masih dilidik (penyelidikan) oleh petugas di lapangan. Semua yang memiliki sangkut paut dengan korban. Baik pekerja, pemilik, keluarga hingga saksi yang pertama kali menemukan korban,” ungkap Wowor.

“Beberapa bukti-bukti guna menopang jalannya proses penyidikan, sudah dikantongi penyidik. Termasuk, dengan hasil otopsi korban. Namun khusus untuk hasil otopso belum bisa kita beber. Masih menjadi konsumsi internal, guna pengembangan dan penyimpulan kasus yang jarang terjadi ini,” sambung Wowor.

Lanjutan penyidikan dinanti semua pihak, utamanya keluarga korban.

Sementara itu, buaya yang bernama Merry tersebut, pukul 11.00 hingga pukul 13.00 WITA kemarin, sudah dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Utara, dari lokasi PT Tiara Indo Pearl di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Minahasa.

Pantauan Manado Post, Babinsa Koramil 1302-07/Tombariri Serda Arsyad harus bergulat dengan buaya yang diduga memangsa Deysi Tuwo. Penangkapan dan pemindahan tujuannya untuk menghindari jangan sampai ada lagi korban berikutnya.

Serda Arsyad mengatakan senang bisa membantu warga.

“Saya secara pribadi merasa senang bisa berhasil menangkap buaya tersebut, walaupun di dalam hati saya merasa was was, sebab hewan ini adalah tergolong dalam binatang buas. Bagaimana tidak, kita ketahui bersama bahwa beberapa hari yang lalu hewan ini memangsa seseorang, namun demikian saya merasa bangga sebab sudah bisa menjinakkan buaya tersebut,” ujarnya. (MP)

 

Komentar

Berita Lainnya