oleh

Ada yang Was-was, 22 Mei Besok

JAKARTA-Meski sudah ada imbauan dan peringatan warga tak perlu takut pada 22 Mei 2019. Dan polisi memastikan akan tetap aman, namun tak bisa dipungkiri ada yang masih khawatir. Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) misalnya mengaku was was pada tanggal tersebut.

Hanya dua hal yang diinginkan pengusaha kepada pemerintah yakni stabilitas politik dan keamanan. Jika dua ini tidak bisa dijaga pemerintah, maka tentu akan merontokkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Sehingga, mereka akan memilih negara lain yang lebih aman ketimbang di Indonesia.

Demikian yang dikahawatirkan Direktur Eksekutif Apindo, Danang Girindrawardana. Dia meminta pihak kepolisian memastikan Indonesia tetap akan aman dan tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan masyarakat luas.

“Kalau gaduh terus, bikin orang tidak bisa tenang atau pengusaha nggak bisa jalanin usahanya,” kata Danang.

Karenanya, Danang menyerahkan masalah tersebut kepada pihak yang berwenang seperti kepolisian dan TNI untuk mengatasi masalah keamanan. Sebab mereka lebih paham.

“Keamanan kami serahkan kepada pihak keamanan dan Allah SWT bagi keselamatan kami,” ucap Danang.

Sementara Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Nita Yudi mengatakan, pihaknya optimis Indonesia akan tetap aman. Sebab pihak kepolisian akan bergerak cepat dan menindak pelaku yang mencoba mengacaukan stabilitas keamanan negara Indonesia.

“Kami optimis pihak kepolisian bisa mengatasi masalah ini sehingga konidisi keamanan Indonesia tetap terjaga, dan iklim ekonomi semakin baik. Dan tentunya pertumbuhan ekonomi kian meningkat,” ujar Nita yang juga duduk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) itu.

Pengamat ekonomi, Suroto menilai bahwa pengumuman hasil Pilpres 2019 mendatang hanya berdampak jangka pendek saja. Sebab pemerintah sejak jauh-jauh hari telah melakukan sejumlah antisipatif demi keamanan Indonesia.

“Pengumuman hasil pemilu mendatang memang akan memberikan reaksi terhadap pasar, tapi sifatnya akan short term saja. Pemerintah rupanya sudah banyak melakukan langkah antisipatif terhadap munculnya gangguan keamanan,” ujar Suroto.

Menurut Suroto, yang membuat kondisi ekonomi Indonesia bergejolak adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang saat ini terus berkepanjangan.

“Kondisi ekonomi kita saat ini tidak akan banyak terpengaruh oleh faktor-faktor domestik. Reaksi negatif karena perang dagang China-Amerika Serikat. Pelambatan ekonomi dunia justru yang perlu diantisipasi secara dini,” jelas dia.

“Pengumuman hasil quick count dan real cpunt yang diperkirakan akan memenangkan petahana tidak akan memberikan reaksi pasar yang berlebihan. Pasar tidak akan banyak bergejolak karena faktor domestik,” tutur dia lagi.

Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan menegaskan Indonesia akan tetap dalam kondisi aman. Hal itu karena kesigapan aparat TNI dan Polri mengamankan negara Indonesia.

“Kondisi Indonesia tanggal 22 Mei saat pengumuman hasil Pemilu 2019 diprediksi aman,” kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardhani.

Diketahui, sebanyak 29 teroris yang di antaranya akan melancarkan serangan bom pada 22 Mei yang bertepatan dengan pengumuman hasil Pilpres 2019 telah ditangkap. Pihak kepolisian meminta masyaakat agar tidak aksi turun ke jalan pada harir tersebut, karena demi mengantisipasi tindakan teror.(din/fin)

Komentar

Berita Lainnya