oleh

Adian Napitupulu: Saya Bukan Erick Thohir

-Politik-199 views

SUMEKS.CO- , JAKARTA – Adian Napitupulu tak menampik pernah ditawari menjadi menteri  di  kabinet baru  oleh Presiden Joko Widodo

Namun, sejak awal dia mengaku sadar diri tidak mampu bekerja di pemerintahan. Maka, ketika tawaran itu datang,  Adian Napitupulu  menolak dan menyatakan ingin konsisten dengan komitmennya.

“Saya sudah bilang dan enggak akan menarik kata-kata saya. Kenapa, karena saya bukan Erick Tohir. Kalau Erick Tohir kemarin bilang tidak, sekarang bilang iya. Kalau saya bilang tidak, ya tidak,” kata Adian di Jakarta.

Adian mengungkapkan Erick Thohir  sudah menyatakan bersedia membantu Jokowi di kabinet. Menurutnya, ucapan pengusaha tersebut menunjukkan sikap tidak komitmen.

“Jangan pernah berharap orang lain menghormati kata- kata lu, kalau lu yg mengucapkannya pun tidak menghormatinya. Bicara itu mahal, kata-kata itu harus punya materainya sendiri gitu lho. Kecuali hanya situasi darurat di mana mungkin republik dipertaruhkan, rakyat dipertaruhkan,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu merasa dirinya lebih bermanfaat di luar pemerintahan. Lagi pula, dia mengaku tak sanggup mengikuti kerja birokrat. Jika tak cocok, Adian tak ingin memaksakan diri.

“Saya sadar kemampuan saya. Pertama, saya ini tidak punya disiplin birokrasi, bisa dibilang setengah orang bebas. Begitu dimasukkan ke dalam kementerian yang penuh birokrasi, saya terbelenggu,” paparnya.

Menurutnya, Jokowi pernah menanyakan kesediannya membantu di kabinet. Tetapi, pembicaraan kali itu belum membahas posisi apa yang mungkin diisinya.

“Dia (Jokowi) cuma bilang, saya butuh menteri pemberani dan eksekutor, Mas Adian pemberani, Mas Adian eksekutor. Saya bilang ampun, Pak, 1000 kali ampun, saya merasa lebih bermanfaat di luar membantu bapak. Bagaimana pun juga saya menyadari kemampuan diri saya, itu yang saya bilang,” pungkasnya. (flo/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya