oleh

Afif Naufal: Terima Kasih Pak HD, Piala Gubernur ini Luar Biasa!

-Sumsel-218 views

PALEMBANG – Senyum terus mengembang dari bibir remaja bernama Muhammad Naufal Afif Muzakki, bek asal PS Bank SumselBabel Palembang, pada acara Closing Ceremony Turnamen Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel 2019, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Ahad  (17/11) malam.

Afif gembira bukan kepalang. Dari ribuan pesepakbola U-20 se-Sumsel yang ikut berkompetisi, dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pada ajang Turnamen Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel 2019.

Ditemui usai mendapatkan penghargaan itu, Afif mengatakan, tak pernah bermimpi bisa terpilih menjadi pemain terbaik. Iapun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang telah menginisiasi kompetisi bergengsi di Sumsel tersebut.

“Terima Kasih Pak Herman Deru, turnamen ini luar biasa. Dengan adanya turnamen ini kami akhirnya bisa menyalurkan hobi. Luar biasa, semoga tahun depan turnamen ini diadakan lagi dengan lebih meriah,” ucap bungsu dua bersaudara itu gembira.

Menurut warga Sekip tersebut, selain dapat menjadi wadah menyalurkan hobi turnamen ini juga bagus untuk melahirkan bibit-bibit baru pesepakbola di Sumsel. “Saya tentu sangat berharap turnamen ini diadakan lagi tahun depan. Semoga penyelenggaran tahun depan lebih baik dan fair. Sehingga memang peserta semuanya asli putra daerah,” jelas remaja berusia 18 tahun tersebut.

Senada diungkapkan Ricky Saputra, playmaker Spartan FC Lubuklinggau. Meski timnya menelan kekalahan 4-0 di final atas PS Bank SumselBabel Palembang, Ia mengaku tetap puas dengan gelaran Turnamen Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel 2019 yang diinisiasi oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Mewakili rekan satu timnya, Ricky berharap Turnamen Sepakbola U-20 Piala Gubernur Sumsel kembali digelar tahun 2020.

“Kami sangat puas, karena dengan adanya turnamen ini, kami tim lokal bisa bertemu dan ada kesempatan bersaing dengan tim-tim hebat. Terima kasih Pak Herman Deru ini luar biasa,” ucapnya bersemangat.

Selain digelar secara profesional, yang tak kalah membanggakan kata Ricky karena dalam kompetisi ini panitia juga benar-benar menyeleksi putra lokal murni bukan pinjaman dari luar daerah.

“Kami bangga bisa sampai di final. Walaupun kalah tapi kami sudah bekerja keras. Makanya kami minta betul turnamen ini diadakan lagi tahun depan supaya pembinaan sepakbola di Sumsel lebih baik,” jelas Ricky.(ety)

Komentar

Berita Lainnya