oleh

Agen ‘Sabu’ cabang Banyuasin Diringkus , Ternyata Residivis!

-Hukum-257 views
SUMEKS.CO – Meski sudah pernah menjalani hukuman penjara akibat kasus Narkoba, Darwin (40) tak jera. Warga Kelurahan Rimba Asam, Lingkungan II, Rt 14, Rw 003, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin ini tetap mengeluti profesinya. Jadi pedagang sabu.

Tapi aksinya kali ini ‘tak licin. Dia kembali ditangkap polisi. “Iya, pak aku memang sudah pernah ditangkap karena kasus Narkoba, ” aku Darwin saat ditanya penyidik Polsek Betung. Saat itu dia bebas dari penjara tahun 2012.

Barang bukti yang ditemukan di rumah tersangka Darwin. Foto: Polsek Betung via Akda/SUMEKS.CO

“Keuntungannya untuk kebutuhan sehari-hari,  dan untuk pakai sendiri, ” jelasnya.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar Sik melalui Kapolsek Betung AKP Naziruddin SH Msi mengatakan tersangka Darwin diciduk berdasarkan laporan masyarakat.

Masyarakat sering melihat ada transaksi narkoba di wilayahnya. Yaitu di Kelurahan Rimba Asam,  Betung.

“Jadi informasi masyarakat ini kita tindaklanjuti, ” ungkapnya.

Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan lebih lanjut, sampai akhirnya mendapatkan keberadaan tersangka Darwin dikediamannya, diduga sedang menunggu pembeli. “Akhirnya kita tangkap, ” jelasnya.

Diakuinya kalau tersangka Darwin merupakan target operasi, dan terkenal lihay. Kendati sempat hendak ditangkap berkali – kali.

Kemudian anggota melakukan pengeledahan di sekujur tubuh korban,  namun tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba.

Anggota kemudian melakukan pengeledahan di kediaman tersangka dengan disaksikan tersangka Darwin.

Dari kediamannya diamankan satu paket narkotiba jenis sabu seberat 4,30 gram seharga Rp 5.000.000, 2 timbangan digital, 2 dompet warna merah, bngkusan kantong klip.

“Serta uang Rp 200.000, diduga hasil penjualan sabu,”ungkapnya.

Tersangka Darwin beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Betung,  untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Dari info tersangka Darwin,  narkotika didapatkan dari seseorang berinisial D. Namun saat hendak diciduk,  D telah kabur.

Atas perbuatan tersangka akan dikenaikan pasal pasal 114 ayat 2 subsider pasal 111ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau penjara selama selama 20 tahun.

“Pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 Milyar,”pungkasnya. (qda)

Komentar

Berita Lainnya